Makro 29 Aug 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kapitalisasi Perusahaan Warren Buffett Rp15.448 Triliun 2024

Kapitalisasi Perusahaan Warren Buffett Rp15.448 Triliun 2024
Kapitalisasi Perusahaan Warren Buffett Rp15.448 Triliun 2024

KABARBURSA.COM - Berkshire Hathaway Inc, konglomerat yang dikendalikan oleh Warren Buffett, telah mencetak sejarah sebagai perusahaan AS pertama di luar sektor teknologi yang berhasil melampaui nilai pasar USD 1 triliun, atau sekitar Rp15.448 triliun.

Pada Rabu, 28 Agustus 2024, saham Berkshire Hathaway naik sebesar 0,9 persen, mendorong kapitalisasi pasar perusahaan ini melampaui angka triliun dolar untuk pertama kalinya. Tahun ini, saham perusahaan tersebut telah melonjak tajam berkat hasil asuransi yang mengesankan dan optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska ini kini bergabung dengan kelompok elit yang telah meraih pencapaian serupa, termasuk raksasa teknologi seperti Alphabet Inc, Meta Platforms Inc, dan Nvidia Corp.

Steve Check, pendiri sekaligus kepala investasi Check Capital Management, mengatakan bahwa Berkshire Hathaway mencapai tonggak ini dengan pendekatan yang lebih lambat namun stabil. Perusahaannya mengelola aset sekitar USD 2 miliar, dengan Berkshire sebagai investasi utama mereka. “Menghasilkan uang dengan cara lama semakin sulit,” katanya.

Kenaikan saham Berkshire tahun ini telah melampaui kinerja S&P 500, dengan perusahaan ini memulai salah satu tahun terbaiknya dalam satu dekade terakhir.

Saham Berkshire melonjak 30 persen sepanjang 2024, sementara tolok ukur pasar hanya naik 17 persen. Perusahaan ini hanya sedikit tertinggal dari kelompok Magnificent Seven, yang merupakan saham teknologi terbesar dengan kenaikan 34 persen tahun ini.

Buffett telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mengubah Berkshire Hathaway dari produsen tekstil menjadi kerajaan bisnis yang luas. Bersama mitra lamanya, Charlie Munger, yang meninggal pada November lalu di usia 99 tahun, Buffett telah membentuk imperium ini.

Sejak 1965 hingga tahun lalu, nilai pasar Berkshire tumbuh sekitar 20 persen per tahun—hampir dua kali lipat dari return tahunan S&P 500 pada periode yang sama. Prestasi ini telah menjadikan Buffett salah satu orang terkaya di dunia dan mungkin investor paling produktif.

Kekuatan konglomerat ini semakin terlihat dengan meningkatnya optimisme terhadap ekonomi, terutama menjelang kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September. Keyakinan konsumen melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan pada Agustus. Bisnis Berkshire mencakup berbagai sektor, mulai dari operator halte truk Pilot Travel Centers LLC hingga rantai es krim Dairy Queen dan merek baterai Duracell.

Saham Berkshire telah menambahkan lebih dari USD 200 miliar dalam kapitalisasi pasar tahun ini saja, sebuah rekor bagi perusahaan tersebut. Namun, angka ini masih kontras dengan kenaikan hampir USD 2 triliun yang dicatat oleh Nvidia. Kenaikan saham Berkshire juga telah mendorongnya ke wilayah overbought, menurut indeks kekuatan relatif, menimbulkan keraguan di kalangan analis.

Matthew Palazola, analis, mengungkapkan bahwa prospek fundamental untuk bisnis inti Berkshire tidak selalu tampak cerah. Namun, perusahaan ini menawarkan portofolio all-weather yang tetap menguntungkan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Di sisi lain, suku bunga yang lebih rendah dapat mempengaruhi imbal hasil dari tumpukan uang tunai yang dimiliki Berkshire, terutama setelah mengurangi kepemilikan di Apple Inc dan Bank of America Corp.

Tumpukan uang tunai Berkshire mencapai sekitar USD 276,9 miliar pada hasil kuartal kedua yang dilaporkan awal Agustus. Kepemilikan besar di Apple menjadi kekhawatiran, dan langkah untuk mengurangi eksposur itu dianggap bijaksana, mengurangi banyak risiko, menurut Check.

Warren Buffett baru saja merilis surat tahunannya yang selalu dinantikan oleh para pemegang saham Berkshire Hathaway. Seperti biasa, tema-tema utama surat Buffett tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan itu bukan tanpa alasan.

Buffett tetap teguh pada prinsipnya, menolak untuk mengubah strategi investasinya hanya karena pergerakan pasar jangka pendek. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Berkshire masih sama, yaitu memiliki secara keseluruhan atau sebagian bisnis yang menikmati ekonomi yang kuat, fundamental yang kokoh, dan daya tahan jangka panjang.

Yang menarik perhatian pasar kali ini adalah pengakuan Buffett bahwa tumpukan uang tunai Berkshire telah membengkak hingga sekitar USD 167,6 miliar pada akhir 2023. Namun, yang lebih mengkhawatirkan dari angka ini adalah alasan di baliknya.

Buffett, yang dikenal gemar menggerakkan uangnya untuk bekerja, ternyata belum juga menemukan cara untuk menginvestasikan dana tersebut.

Ia berpendapat bahwa saat ini hanya sedikit perusahaan di AS yang mampu menarik minat Berkshire, sementara di luar negeri, ia sama sekali tidak melihat adanya kandidat yang layak untuk penempatan modal.

Buffett juga menegaskan bahwa anggapan bahwa para investor akan semakin bijak seiring waktu adalah sebuah kesalahan. Miliarder ini mengkritik bahwa ketersediaan informasi keuangan yang terus-menerus dan platform perdagangan yang mudah diakses hanya membuat para investor lebih aktif terlibat dalam perilaku pasar yang semakin mirip dengan perjudian di kasino. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait