Makro 15 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Kemendag Revisi Harga Ekspor, Tembaga dan Emas Kompak Turun

Penurunan harga dipicu penguatan dolar AS, suku bunga global tinggi, serta tekanan permintaan dari pasar utama seperti China.

Kemendag turunkan HPE tembaga dan emas periode kedua April 2026 akibat tekanan global.

Ilustrasi: Tumpukan pipa tembaga dan skrap tembaga terletak di atas meja. (Foto: picryl.com)
Ilustrasi: Tumpukan pipa tembaga dan skrap tembaga terletak di atas meja. (Foto: picryl.com)

KABARBURSA.COM – Kementerian Perdagangan menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas pada periode kedua April 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk periode 15 hingga 30 April 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyampaikan penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 624 Tahun 2026. Kebijakan ini mengatur HPE dan Harga Referensi (HR) komoditas tambang yang dikenakan bea keluar.

“Harga Patokan Ekspor konsentrat tembaga periode kedua April 2026 ditetapkan sebesar USD 6.174,75 per Wet Metric Ton,” ujar Tommy dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan angka tersebut turun 4,97 persen dibandingkan periode pertama April 2026. Pada periode sebelumnya, HPE tembaga tercatat sebesar USD 6.497,50 per Wet Metric Ton.

Selain tembaga, harga emas juga mengalami penurunan. HPE emas ditetapkan sebesar USD 147.550,12 per kilogram dari sebelumnya USD 157.267,62 per kilogram.

Harga Referensi emas turut turun menjadi USD 4.589,33 per troy ounce. Sebelumnya, HR emas berada di level USD 4.891,57 per troy ounce.

Tommy menyebut penurunan harga komoditas dipengaruhi kondisi global. Penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga global yang tinggi menekan permintaan komoditas.

“Penurunan HPE konsentrat tembaga dipengaruhi penguatan dolar AS dan masih tingginya suku bunga global yang menekan permintaan,” kata dia.

Ia menambahkan tekanan harga juga berasal dari peningkatan persediaan tembaga. Selain itu, impor tembaga di China tercatat menurun dalam periode pengamatan.

Data selama periode pengumpulan menunjukkan harga tembaga turun 2,93 persen. Sementara itu, harga emas turun 6,18 persen dan perak melemah 9,65 persen.

Tommy menjelaskan penurunan harga logam mulia dipengaruhi faktor serupa. Penguatan dolar dan imbal hasil tinggi menekan minat terhadap aset tanpa imbal hasil.

“Penurunan harga emas dan perak dipengaruhi penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil yang menekan daya tarik logam mulia sebagai non-yield asset,” ujarnya.

Ia menambahkan perak juga terdampak volatilitas pasar. Koreksi harga terjadi setelah kenaikan pada periode sebelumnya.

Penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Data acuan berasal dari London Metal Exchange untuk tembaga serta London Bullion Market Association untuk emas dan perak.

“Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” kata Tommy.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait