KABARBURSA.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kamera pengawas (CCTV) dalam negeri dengan fokus pada peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebagai salah satu langkah strategis bagi pelaku industri.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan bahwa industri CCTV menjadi sektor elektronik yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini dipicu oleh lonjakan kebutuhan pasar di berbagai sektor, termasuk transportasi, logistik, keuangan, perumahan, kesehatan, dan manufaktur. Seperti pernyataannya di Jakarta, Kamis 2024.
Menurutnya, TKDN untuk produk CCTV saat ini masih berada di kisaran 27,66 persen hingga 41,19 persen.
"Penguatan TKDN bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor," ujar Setia di Jakarta, Kamis (20/11). Ia mengungkapkan, pada tahun 2023, nilai impor CCTV mencapai 82,8 juta dolar AS, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 72,6 juta dolar AS. Tren ini terus meningkat hingga triwulan III 2024 dengan nilai impor lebih dari Rp1,1 triliun.
Setia menambahkan, angka tersebut menjadi catatan penting untuk mendorong pengembangan industri CCTV di dalam negeri guna meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi dominasi produk asing.