Makro 12 Jun 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Kemenperin Tawarkan 175 Kawasan Industri ke Investor China

Indonesia mempromosikan lebih dari 98 ribu hektare kawasan industri dalam penjajakan kerja sama investasi dengan Kota Xiamen.

Kemenperin menawarkan 175 kawasan industri seluas 98 ribu hektare kepada investor China dalam forum BRICS PartNIR 2026 di Xiamen.

Ilustrasi menawarkan kapasitas 175 kawasan industri dengan total luas lebih dari 98 ribu hektare kepada pelaku usaha asal China. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi menawarkan kapasitas 175 kawasan industri dengan total luas lebih dari 98 ribu hektare kepada pelaku usaha asal China. Foto: dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Indonesia Promosikan Kawasan Industri
  2. 02 China Masih Jadi Mitra Ekonomi Utama

KABARBURSA.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan kapasitas 175 kawasan industri dengan total luas lebih dari 98 ribu hektare kepada pelaku usaha asal China di tengah persaingan yang semakin ketat untuk menarik investasi manufaktur global.

Upaya tersebut dilakukan saat Kemenperin menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Xiamen, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dalam rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026.

Namun, fokus utama yang dibawa delegasi Indonesia bukan hanya membangun hubungan dengan Xiamen, melainkan juga mempromosikan daya tarik kawasan industri nasional kepada calon investor.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy memimpin pertemuan bilateral dengan Walikota Xiamen Wu Bin untuk membahas peluang investasi di sejumlah sektor strategis.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan berbagai peluang investasi yang dapat masuk ke kawasan industri nasional, didukung insentif fiskal maupun nonfiskal yang telah disiapkan pemerintah.

"Kami melihat Xiamen memiliki ekosistem industri yang sangat maju dan relevan dengan arah pengembangan industri Indonesia. Melalui kemitraan yang lebih erat, kami berharap dapat mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, serta kolaborasi yang mendukung penguatan rantai pasok global dan pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan," kata Tri Supondy dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Kemenperin, Pemerintah Kota Xiamen telah mengajukan proposal kerja sama yang mencakup sejumlah sektor potensial untuk dijadikan pipeline investasi. Sektor tersebut meliputi industri otomotif, data center, layanan kesehatan, pariwisata digital, perikanan, hingga konstruksi prefabrikasi.

Pemerintah menilai sektor-sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan industri nasional dan kebutuhan penguatan rantai pasok manufaktur di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan forum BRICS PartNIR menjadi salah satu sarana untuk memperluas kerja sama internasional yang mendukung transformasi industri nasional.

"Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi internasional yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi pengembangan industri nasional, khususnya dalam menyongsong era revolusi industri keempat," ujar Agus.

Indonesia Promosikan Kawasan Industri

Dalam agenda yang sama, delegasi Indonesia turut memperkenalkan kapasitas kawasan industri yang tersebar di berbagai daerah kepada calon investor asal Xiamen.

Saat ini Indonesia memiliki 175 kawasan industri dengan total luas lebih dari 98 ribu hektare. Kawasan tersebut disiapkan untuk menampung investasi baru dengan dukungan berbagai fasilitas yang ditawarkan pemerintah guna menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

Langkah promosi ini dilakukan seiring upaya pemerintah memperluas akses investasi manufaktur dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Kemenperin menilai potensi industri yang dimiliki Xiamen cukup relevan dengan sejumlah prioritas pengembangan manufaktur nasional. Kota tersebut dikenal memiliki basis industri semikonduktor, komponen elektronik, peralatan listrik pintar, logistik pelabuhan, hingga pemeliharaan aviasi atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

Karakteristik industri tersebut dinilai sejalan dengan agenda Making Indonesia 4.0 serta pengembangan kawasan industri modern yang tengah didorong pemerintah.

China Masih Jadi Mitra Ekonomi Utama

Hubungan ekonomi Indonesia dan China terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan Kemenperin, China saat ini merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD154,5 miliar pada tahun lalu.

Selain menjadi mitra dagang utama, China juga tercatat sebagai salah satu sumber investasi terbesar di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi komoditas, manufaktur, dan pembangunan infrastruktur industri.

Melalui partisipasi dalam forum BRICS PartNIR, pemerintah berupaya memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang investasi baru yang dapat memperkuat basis manufaktur nasional dan mendukung pengembangan kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait