Makro 24 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Kepala BPOM Taruna Ikrar, melaksanakan Sidak ke SPPG Bali: Cek Makanan Progam MBG

Pengawasan BPOM di 23 provinsi menemukan sebagian kecil sampel makanan belum memenuhi standar keamanan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan asupan gizi yang cukup

Pengawasan BPOM di 23 provinsi menemukan sebagian kecil sampel makanan belum memenuhi standar keamanan
Pengawasan BPOM di 23 provinsi menemukan sebagian kecil sampel makanan belum memenuhi standar keamanan

KABARBURSA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan asupan gizi yang cukup. Namun, makanan bergizi tidak berarti apa-apa jika tidak aman. Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hadir mengawal keamanan pangan MBG dari hulu hingga hilir.

Melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), BPOM menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Januari 2025. Kesepakatan ini memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjamin mutu, gizi, dan keamanan makanan yang diterima jutaan penerima manfaat.

“Pangan bukan hanya soal kenyang, tapi juga soal aman. Anak-anak kita berhak mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan terlindungi dari bahaya,” tegas Taruna Ikrar, Kepala BPOM.

Komitmen ini diwujudkan dengan langkah konkret. Sejak 2024, BPOM bekerja sama dengan Universitas Pertahanan mencetak ribuan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dibekali ilmu gizi dan keamanan pangan. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 30 ribu SPPI telah dilatih.

Selain itu, BPOM bersama Kemenkes, Bappenas, BKKBN, IPB, RSCM, PERSAGI, UNICEF, hingga puskesmas daerah menyusun Modul Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji. Modul ini kini digunakan secara nasional untuk melatih penjamah pangan. Hasilnya, lebih dari 41 ribu penjamah pangan di 22 provinsi sudah menerima pembekalan.

Namun, tantangan tetap ada. Pengawasan BPOM di 23 provinsi menemukan sebagian kecil sampel makanan belum memenuhi standar keamanan. Bahkan, hingga September 2025 tercatat 72 dugaan keracunan pangan terkait MBG di 25 provinsi. Hal ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.

“Tujuan besar MBG adalah membangun generasi yang sehat dan cerdas. Kami di BPOM akan terus memastikan makanan yang mereka terima tidak hanya bergizi, tapi juga aman. Ini adalah investasi kita untuk masa depan Indonesia,” tutup Taruna Ikrar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait