Makro 05 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Kepala BPOM: Wujudkan Indonesia Sehat 2045 , Ikuti Perilaku Nabi Muhammad SWT

Tugas besar BPOM dalam mengawal keamanan obat dan makanan bukan hanya soal regulasi

Dalam sebuah refleksi penuh makna, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D

Taruna Ikrar menekankan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan
Taruna Ikrar menekankan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan

KABARBURSA.COM — Dalam sebuah refleksi penuh makna, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai kunci mewujudkan negara yang damai dan berkeadaban.

Menurutnya, bangsa Indonesia yang beragam suku, budaya, dan agama membutuhkan teladan mulia Rasulullah dalam menjaga persaudaraan, menebar kasih sayang, dan menegakkan keadilan. “Tidak ada damai tanpa cinta, dan tidak ada cinta tanpa kejujuran. Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan bahwa akhlak adalah fondasi peradaban. Jika kita mengikuti jejak beliau, Indonesia akan menjadi negeri yang aman, tenteram, dan penuh rahmat Allah SWT,” ungkap Taruna Ikrar dengan penuh haru.

Ia menegaskan, tugas besar BPOM dalam mengawal keamanan obat dan makanan bukan hanya soal regulasi, tetapi juga ibadah untuk menjaga kesehatan serta keselamatan jutaan rakyat. “Ini adalah amanah. Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Melindungi rakyat dari obat dan makanan yang berbahaya adalah wujud kecil dari cinta kami untuk bangsa,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar menekankan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk kembali menata hati dan perbuatan. Hakikat Maulid adalah meneladani akhlak Rasulullah dalam keseharian: kesabaran beliau dalam menghadapi cobaan, kejujuran dalam berdagang, kasih sayang dalam memimpin, serta pengorbanan dalam membela umat.

“Peringatan Maulid Nabi harus menjadi cermin. Apakah kita sudah menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam rumah tangga, pekerjaan, maupun kehidupan berbangsa? Jika setiap pribadi menanamkan akhlak Nabi, maka bangsa ini akan dipenuhi cahaya rahmat Allah SWT,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Maulid Nabi adalah momen syukur atas nikmat terbesar, yakni diutusnya Rasulullah sebagai rahmat bagi semesta alam. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:

> “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Menurut Taruna Ikrar, ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap umat Islam harus menebarkan rahmat, kasih sayang, dan kedamaian di manapun berada.

Di akhir pesannya, Taruna Ikrar berdoa dengan penuh harap:
“Ya Allah, jadikan negeri ini negeri yang Engkau berkahi, negeri yang penduduknya saling menyayangi, negeri yang pemimpinnya jujur dan amanah, serta negeri yang rakyatnya damai mengikuti ajaran Rasul-Mu tercinta. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.” (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait