Makro 05 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Ketegangan Iran-UEA Guncang Pasar, Harga Emas Terkoreksi

Harga emas spot turun 2 persen menjadi USD4.523,23 per ons. Sementara itu arga emas berjangka AS ditutup 2,4 persem lebih rendah

Harga emas turun sekitar 2 persen seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketegangan di Timur Tengah, yang memicu ekspektasi suk

Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan 2 peren pada Senin, 4 Mei 2026. Penyusutan harga ini tidak lepas karena memanasnya situasi di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi. 
 

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 2 persen menjadi USD4.523,23 per ons. Sementara itu arga emas berjangka AS ditutup 2,4 persen lebih rendah di level USD4.533,30.

Diketahui seperti dilaporkan Reuters sebelumnya, Iran dikabarkan telah menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz pada hari Senin dan membakar pelabuhan minyak Uni Emirat Arab (UEA) . Ini merupakan eskalasi paling serius sejak gencatan senjata Amerika Serikat-Iran mulai berlaku pada awal April 2026.

UEA menuduh Iran menyerang kapal tanker minyak mentah kosong milik perusahaan  negara Abu Dhabi, ADNOC, dengan menggunakan drone saat kapal tersebut mencoba melintasi Selat Taiwan.

"Berita terbaru jelas tidak memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sekali lagi memunculkan momok masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup agresif kepada pasar mengenai suku bunga," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

Dolar AS sendiri menguat dan harga Brent melonjak lebih dari 5 persen. Mata uang AS yang lebih kuat membuat logam yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, kenaikan harga energi yang pesat telah meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Barclays yakin bahwa tidak akan ada pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve AS atau The Fed pasa tahun ini. Pekan lalu, Fed mempertahankan suku bunga di tengah kekhawatiran tentang kenaikan harga energi yang berdampak pada perekonomian.

Meskipun emas berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, logam ini kehilangan daya tariknya dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil. 

Melek memandang level dukungan yang kuat untuk emas ada di level sekitar USD4.200. Menurutnya terdapat isu-isu yang akan menyelimuti pada akhir tahun yang membuat harga emas terkerek.

"Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa pedagang untuk keluar dari posisi dalam waktu dekat," kata dia.

Adapun di sisi lain, harga perak spot turun 3,2 persen menjadi USD72,95. Platinum ditutup di level USD1.955,95 atau menyusut 1,7 persen, dan paladium berada di harga USD1.481,00 usai turun 2,9 persen. (*)





 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait