Makro 10 Feb 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Langkah KEK ETKI Banten Gaet Investasi Sektor Pendidikan, Teknologi, Hingga Kesehatan

KEK ETKI Banten diproyeksikan menjadi pusat investasi bernilai tambah tinggi melalui pengembangan pendidikan internasional, teknologi digital, dan layanan kesehatan global.

KEK ETKI Banten terus memperkuat daya tarik investasi di sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang (kiri) memaparkan perkembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten dalam Seminar Hari Pers Nasional 2026 di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang (kiri) memaparkan perkembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten dalam Seminar Hari Pers Nasional 2026 di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 7 Februari 2026.

KABARBURSA.COM — Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten dimanfaatkan untuk menyoroti potensi Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional atau KEK ETKI sebagai salah satu tujuan investasi strategis. Dalam seminar yang digelar di Marketing Office BSD City, Tangerang, Sabtu, 7 Februari 2026, para pemangku kepentingan menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar menarik modal asing, asalkan didukung kebijakan yang konsisten dan informasi publik yang transparan.

KEK ETKI Banten dirancang sebagai pusat pertumbuhan baru yang memadukan tiga sektor strategis sekaligus. Pendidikan internasional, teknologi digital, dan layanan kesehatan berstandar global menjadi fondasi utama pengembangannya. Perpaduan ketiga sektor itu diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus membuka akses investasi berkualitas bagi Indonesia.

Data hingga Triwulan IV 2025 menunjukkan geliat positif kawasan tersebut. Investasi kumulatif yang masuk ke KEK ETKI Banten telah mencapai Rp1,19 triliun. Dari aktivitas itu tercipta 836 lapangan kerja dengan melibatkan 14 pelaku usaha. Angka tersebut menjadi sinyal awal bahwa Banten mulai memantapkan diri sebagai magnet baru investasi asing, khususnya di sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan.

Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan KEK ETKI Banten memiliki peran strategis untuk jangka panjang. Menurutnya, kawasan ini dirancang menjadi pusat internasional bagi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul.

“KEK ETKI Banten diharapkan menjadi hub internasional untuk inovasi, pengembangan SDM unggul dan menghadirkan universitas terkemuka dunia, serta layanan kesehatan internasional, sekaligus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Senin, 9 Februari 2026.

Secara nasional, pengembangan kawasan ekonomi khusus memang menunjukkan hasil nyata. Hingga akhir 2025, total investasi yang masuk ke seluruh KEK di Indonesia tercatat mencapai Rp335 triliun. Dari aktivitas ekonomi tersebut, sebanyak 248.459 tenaga kerja berhasil terserap. Sepanjang 2025 saja, realisasi investasi KEK menyentuh Rp82,5 triliun, setara 98 persen dari target tahunan. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap ekosistem KEK di Indonesia.

Kajian dari The Australia Indonesia Partnership for Economic Development atau Prospera semakin memperkuat argumen tersebut. Hasil penelitian mereka menyebutkan wilayah KEK mampu menarik investasi asing langsung 173 persen lebih tinggi dibandingkan kawasan non-KEK yang sejenis. Selain itu, kawasan ekonomi khusus juga menciptakan lapangan kerja 4 persen lebih banyak.

Temuan ini menempatkan KEK ETKI Banten sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor modern dan bernilai tinggi. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor kunci lain dalam percepatan pengembangan kawasan ini.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah provinsi menaruh perhatian besar pada penguatan iklim investasi di daerahnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif dalam pembangunan KEK ETKI Banten. Menurut Andra, dukungan pemerintah daerah mencakup berbagai aspek.

“Baik melalui kesiapan infrastruktur, regulasi, sinkronisasi kebijakan tata ruang dan transportasi, maupun mendorong sinergi lintas wilayah dan lintas sektor,” tuturnya.

Dari sisi infrastruktur, Tangerang Raya dinilai memiliki modal kuat untuk menarik lebih banyak investor global. Akses transportasi yang lengkap, kedekatan dengan ibu kota, serta dukungan kawasan hunian dan bisnis modern menjadi daya tarik tersendiri. Wakil Ketua II Departemen Ekonomi dan Keuangan PWI Pusat menilai kondisi tersebut membuat kawasan ini sangat siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam ekosistem investasi modern, peran pers disebut tak kalah penting. Media massa dianggap sebagai jembatan utama antara pelaku usaha, pemerintah, dan publik. Informasi yang disampaikan secara objektif dan berimbang diyakini mampu membangun persepsi positif investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Indonesia.

Sinergi antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, pemerintah daerah, dunia usaha, dan insan pers menjadi kunci keberhasilan KEK ETKI Banten ke depan. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi strategis bagi foreign direct investment, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan aktivitas ekonomi baru.

Dengan segala potensi yang dimiliki, KEK ETKI Banten perlahan menjelma menjadi etalase baru ekonomi Indonesia. Kawasan ini bukan hanya menawarkan ruang investasi, tetapi juga harapan akan lahirnya pusat inovasi, pendidikan kelas dunia, dan layanan kesehatan modern.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait