Makro 04 Nov 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Logam Mulia Menunggu Sinyal Baru dari The Fed

Harga emas bertahan di kisaran USD4.000 per ons, investor menanti data ketenagakerjaan AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas bertahan di kisaran USD4.000 per ons, investor menanti data ketenagakerjaan AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM – Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Senin, 3 November 2025, bertahan di kisaran USD4.000 per troy ounce, seiring investor menanti rilis data ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat untuk menilai peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve pada tahun ini.

Harga emas spot tercatat di USD4.002,35 per ons pada pukul 13.32 waktu New York, nyaris tidak berubah dari sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak futures emas Desember di Comex ditutup naik tipis 0,4 persen menjadi USD4.014 per ons.

“Emas tengah membentuk area konsolidasi perdagangan, kemungkinan di rentang atas USD3.000 hingga pertengahan USD4.000. Ini wajar setelah kenaikan besar sebelumnya,” ujar Edward Meir, analis Marex.

Logam mulia tersebut telah naik 53 persen sepanjang tahun berjalan, namun masih turun lebih dari 8 persen dari rekor tertingginya pada 20 Oktober.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan indeks manufaktur ISM pekan ini untuk melihat arah kebijakan The Fed selanjutnya. Penutupan sebagian pemerintahan AS telah menghentikan publikasi sejumlah data ekonomi penting, termasuk dari Bureau of Labor Statistics.

Pekan lalu, The Fed kembali memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, tetapi Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa langkah pemangkasan tambahan “belum menjadi kepastian”.

Kini, pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember sebesar 65,3 persen, turun dari hampir 100 persen sebelum pertemuan The Fed pekan lalu.

Emas sebagai aset tanpa imbal hasil biasanya berkinerja lebih baik saat suku bunga rendah atau dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.

“Pelemahan emas saat ini lebih bersifat jeda, bukan pembalikan arah. Faktor musiman, kebijakan Tiongkok, dan penguatan dolar hanya menekan jangka pendek, tetapi tidak mengubah tren jangka panjangnya,” tulis Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, dalam catatannya.

Dari sisi pasar fisik, Tiongkok mengakhiri kebijakan lama pembebasan pajak bagi sebagian peritel emas pada Sabtu lalu, yang dapat menahan laju pembelian logam mulia di pasar konsumen terbesar dunia itu.

Sementara itu, harga perak spot turun 0,8 persen menjadi USD48,25 per ons, platinum melemah 0,2 persen ke USD1.564,30, sedangkan palladium naik 0,4 persen ke USD1.439,86 per ons. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait