Makro 23 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Pramirvan Datu

MBG Melejit, APBN 2026 Tancap Gas Sejak Kuartal I

Belanja barang Januari tembus Rp25,9 triliun dipicu MBG Rp19,5 triliun. Bansos, pendidikan, dan infrastruktur ikut dipercepat sejak awal 2026.

MBG dorong belanja barang Rp25,9 triliun Januari 2026. Bansos, pendidikan, dan infrastruktur dipercepat sejak awal tahun.

Pemaparan APBNKita di Kantor Kemenkeu RI, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Nade//KabarBursa)
Pemaparan APBNKita di Kantor Kemenkeu RI, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Nade//KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Realisasi Anggaran Sektor Pendidikan
  2. 02 Penerima Manfaat MBG Meningkat

KABARBURSA.COM- Pemerintah mempercepat realisasi belanja negara pada awal 2026 sebagai strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, menegaskan percepatan belanja dilakukan oleh seluruh kementerian dan lembaga melalui instrumen APBN.

Dalam pemaparan APBNKITA pada Senin, 23 Februari 2026 di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suahasil menjelaskan, belanja pegawai meningkat. Hal ini untuk memastikan bahwa aparatur sipil negara dapat menjalankan program secara optimal.

Selain itu, belanja barang juga naik signifikan, terutama karena pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melonjak tajam dibanding tahun lalu.

“Belanja barang Januari 2026 mencapai Rp25,9 triliun. Jika realisasi MBG sebesar Rp19,5 triliun dikeluarkan, nilainya tetap meningkat dibanding Januari 2025 yang hanya sekitar Rp3,2 triliun,” ujarnya.

Belanja modal turut mengalami akselerasi, terutama untuk pembangunan konektivitas, ketahanan pangan, jaringan, dan irigasi. Sementara belanja bantuan sosial tercatat Rp9,5 triliun pada Januari 2026, lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp4,1 triliun.

Realisasi Anggaran Sektor Pendidikan

Di sektor pendidikan, realisasi anggaran telah mencapai Rp56,5 triliun dari total pagu Rp769,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari bantuan pendidikan seperti PIP dan KIP Kuliah, pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen sebesar Rp2,6 triliun, hingga bantuan operasional sekolah dan kampus senilai Rp27,8 triliun.

Pemerintah juga melanjutkan pembangunan sekolah rakyat baru sebanyak 104 unit pada 2026 serta program revitalisasi hampir 12.000 sekolah dengan anggaran Rp17,6 triliun.

Untuk infrastruktur, APBN 2026 mengalokasikan Rp434,8 triliun dengan fokus pada sektor pangan, energi, air, dan konektivitas. Salah satu kementerian dengan belanja tinggi adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terutama untuk pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan transportasi.

Penerima Manfaat MBG Meningkat

Program MBG sendiri menunjukkan lonjakan penerima yang sangat signifikan. Hingga 21 Februari 2026, jumlah penerima mencapai 60,24 juta orang melalui lebih dari 23 ribu satuan pelaksana. 

Angka ini meningkat drastis dibanding akhir 2025 sebanyak 53,8 juta penerima dan jauh di atas Januari 2025 yang baru sekitar 549 ribu penerima.

“Penerima MBG sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Sulawesi. Ini poin utama yang ingin kami sampaikan,” kata Suahasil.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan realisasi investasi untuk ketahanan pangan, termasuk dukungan kepada Perum Bulog sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan nasional.

Menurut pemerintah, percepatan belanja sejak awal tahun merupakan langkah strategis agar APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat stabilisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tengah dinamika global.(Nade)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait