Makro 04 Sep 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Menhub Harapkan Indonesia Menjadi Produsen Kereta Api Terkemuka

Menhub Harapkan Indonesia Menjadi Produsen Kereta Api Terkemuka
Menhub Harapkan Indonesia Menjadi Produsen Kereta Api Terkemuka

Daftar Isi

  1. 01 Pengaruh dari Kereta Cepat
  2. 02 Apa itu ACEO's Conference?

KABARBURSA.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap Indonesia dapat menjadi salah satu produsen kereta api terkemuka di dunia.

"Saya berharap peran PT INKA dapat ditingkatkan sehingga dapat menjadi produsen kereta api yang mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Menhub, Selasa, 3 September 2024.

Menhub juga berharap agar ke depan, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna kereta api, tetapi juga dapat menjadi produsen yang berkompetisi di pasar global.

Menurutnya, pembangunan sektor perkeretaapian di Indonesia saat ini telah berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.

Menhub menuturkan bahwa saat ini sektor perkeretaapian di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Salah satu pencapaian tersebut terlihat dari beroperasinya Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung sejak tahun lalu.

“Kita tahu bahwa Kereta Cepat Whoosh telah menjadi perbincangan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia dan Eropa. Masyarakat internasional membahas kesuksesan Whoosh dalam hal kecepatan dan keandalannya,” ujar Menhub.

Oleh karena itu, menurut Menhub, semua pihak harus memanfaatkan momentum ini dengan menjalin kerja sama dan hubungan yang lebih erat satu sama lain.

Konferensi Direktur Utama Kereta Api ASEAN (ASEAN Railway CEOs’ Conference) ke-44 di Bandung, lanjut Menhub, merupakan acara besar dan momen strategis untuk memperkenalkan inovasi dan layanan unggul di sektor perkeretaapian.

"Saya mengapresiasi PT KAI dan pemangku kepentingan lainnya yang telah menyelenggarakan acara ini," ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta.

Dia berharap pertemuan dalam ajang ini dapat meningkatkan kolaborasi antarnegara, yang pada akhirnya dapat menciptakan ekosistem perkeretaapian yang semakin modern, berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pelayanan.

Menhub menambahkan, perkembangan sektor perkeretaapian juga terjadi di kawasan perkotaan, di mana Indonesia saat ini telah mengoperasikan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek dan LRT Palembang, serta yang terbaru adalah Trem Otonom di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah diuji coba.

Saat ini, lanjut Menhub, pemerintah juga sedang berupaya memperluas jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta yang diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Lebih lanjut, Menhub menuturkan bahwa penggunaan kereta api di Indonesia kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Pasalnya, moda transportasi ini mudah diakses dan memiliki tarif yang terjangkau.

“Saya meminta PT KAI untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat," kata Menhub.

Pengaruh dari Kereta Cepat

CEO PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, menyatakan bahwa pemilihan Bandung, Jawa Barat, sebagai lokasi penyelenggaraan ASEAN Railway Conference (ARCEO's) ke-44 didasari oleh beberapa alasan, salah satunya adalah keberadaan kereta cepat Whoosh.

Didiek menjelaskan bahwa selain Bandung menjadi pusat operasional KAI, kota ini juga merupakan terminus atau stasiun akhir dari kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kereta api Indonesia menjadi tolok ukur bagi negara-negara anggota ASEAN, dan kereta cepat Whoosh menjadi kebanggaan bagi ASEAN. Itulah mengapa konferensi ini diadakan di Bandung. Seluruh peserta juga akan berkesempatan untuk mencoba moda transportasi tersebut," kata Didiek di sela-sela konferensi yang berlangsung di Bandung, Selasa.

Didiek juga menyebutkan bahwa konferensi ini, yang dihadiri oleh operator kereta api dari ASEAN, merupakan acara dua tahunan yang pada tahun 2024 ini Indonesia menjadi tuan rumah. Hal ini bertepatan dengan tahun kedua beroperasinya dua infrastruktur kereta api nasional yang penting.

"Acara ini bertepatan dengan (tahun kedua) beroperasinya kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek yang melayani rute dari Dukuh Atas ke Cawang, Bekasi Timur, serta ke Cibubur. Selain itu, konferensi ini penting karena memberikan kesempatan bagi para operator kereta api untuk berbagi pengalaman dalam membangun sistem transportasi kereta api," tambahnya.

Apa itu ACEO's Conference?

Konferensi ARCEO’s ke-44 diikuti oleh delapan operator kereta dari berbagai negara di Asia Tenggara, yaitu:

  1. Keretapi Tanah Melayu (Malaysia) yang dipimpin oleh GCEO, YBhg Datuk Mohd Rani Hisham Samsudin.
  2. Vietnam Railways (Vietnam) yang dipimpin oleh Hoang Gia Kanh sebagai General Director dan Ketua Delegasi.
  3. Ministry of Public Works and Transport (Kamboja) yang dipimpin oleh Ray Rom sebagai Direktur Departemen Kereta Api.
  4. Lao National Railways (Laos) yang dipimpin oleh Managing Director, Daochinda Siharath.
  5. Philippine National Railways (Filipina) yang dipimpin oleh General Manager, Atty. Celeste D. Lauta.
  6. Myanma Railways (Myanmar) yang dipimpin oleh General Manager (Planning & Admin), Nyi Nyi Swe (CEO).
  7. State Railway of Thailand (Thailand) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur, Anan Phonimdang.
  8. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (Indonesia) yang dipimpin oleh Direktur Utama, Didiek Hartyanto.

Rangkaian acara dalam ARCEO's Conference meliputi pertemuan CEO, kegiatan sosial penanaman pohon, sesi berbagi dengan para ahli, pengenalan Bandung sebagai kota wisata yang terhubung dengan KAI, Benchmarking Station, pengenalan Whoosh, Compartment Suites, Dining on Train, dan LRT Jabodebek. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait