Makro 09 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Menkeu Purbaya Diminta Fokus ke Kebijakan Fiskal RI

Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat Menkeu, diminta fokus pada kebijakan fiskal, menjaga disiplin APBN, dan membangun kembali kepercayaan pasar serta investor.

Purbaya Yudhi Sadewa dilantik jadi Menkeu gantikan Sri Mulyani, diminta fokus jaga disiplin fiskal, transparansi APBN, dan kepercayaan pasar.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Humas LPS)
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Humas LPS)

Daftar Isi

  1. 01 Profil Purbaya Yudhi Sadewa

KABARBURSA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru saja dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, diminta untuk fokus terhadap kebijakan fiskal Indonesia. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, meyakini langkah Presiden Prabowo Subianto dalam jabatan Menkeu bertujuan untuk membawa perubahan positif terhadap  masyarakat, pengusaha, dan investor.

Ia menyatakan, Menkeu merupakan jabatan vital yang memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi dalam negeri. Salah satu yang bakal dikendalikan Menkeu Purbaya nanti ialah mengenai kebijakan fiskal. 

"Nah, sehingga siapapun yang menjabat Menteri Keuangan tentu saja punya pengaruh yang besar bukan hanya terhadap kabinetnya tapi juga terhadap perekonomian dan juga iklim usaha dan investas," ujar dia kepada KabarBursa.com, Senin, 8 September 2025.

Faisal berharap, Purbaya bisa membuktikan jika fiskal Indonesia tetap sehat saat dirinya menjabat.  Pada saat yang sama Purbaya juga diharapkan dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya mengarah kepada perubahan. 

Hal tersebut dikatakan Faisal setelah berkaca dari tuntutan masyarakat dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu malu yang poin-poinya cenderung mengarah ke kebijakan fiskal. 

Ia menilai, aksi demontrasi tersebut diutamakan akibat kebijakan fiskal pemerintah yang tidak efektif dalam menopang isu ketimpangan dan distribusi pendapatan masyarakat kelas bawah. 

"Nah itu yang harus dibuktikan oleh tim baru untuk bisa membangkitkan kembali kepercayaan pasar dan  masyarakat," tuturnya.

Tantangan lainnya yang harus dilalui Purbaya ialah menjalin relasi. Fasial menyebut, Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani, sangat dekat dengan para pelaku usaha hingga investor. 

"Dan juga mempunyai network yang luas karena pengalamannya yang panjang," tuturnya. 

Hal senada juga diungkapkan Analis sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana. Ia mengakui Purbaya memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi, mulai dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  hingga pengalaman di Danareksa. Namun, ia berharap Purbaya bisa melakukan langkah cepat, salah satunya mengenai kebijakan fiskal. 

"Karena itu, langkah cepat yang perlu ditunjukkan adalah menjaga disiplin fiskal, mengkomunikasikan arah defisit APBN secara transparan, dan memastikan keberlanjutan kebijakan makro yang pro pasar," ujar dia dalam keterangannya kepada Kabarbursa.com, hari ini.

Profil Purbaya Yudhi Sadewa

Sebelumnya diberitakan, Purbaya lahir dengan latar belakang akademik yang kuat. Ia menamatkan studi Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan meraih gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. 

Kombinasi pendidikan teknik dan ekonomi ini memperkuat reputasinya sebagai ekonom yang memahami aspek teknis maupun kebijakan makro.

Sebelum dipercaya Presiden Prabowo untuk memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya telah lama berkecimpung di pemerintahan dan lembaga strategis. 

Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020 hingga 2025, lembaga yang berperan penting menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.

Sebelumnya, Purbaya pernah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain:

  • Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020).
  • Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Kemaritiman (2016–2018).
  • Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam (2015–2016).
  • Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015).
  • Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian (2010–2014).
  • Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014).

Selain itu, Purbaya juga aktif di berbagai forum ekonomi, termasuk sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Anggota Indonesia Economic Forum sejak 2015.

Kariernya tak hanya terbatas di pemerintahan. Sebelum bergabung dalam birokrasi, Purbaya banyak berkiprah di dunia keuangan dan riset. Ia mengawali karier profesional sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994).

Purbaya kemudian berkecimpung di Danareksa, sebuah lembaga riset dan sekuritas nasional. Ia menjabat sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005), Chief Economist (2005–2013), Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008), hingga anggota dewan direksi PT Danareksa (2013–2015).(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait