Makro 20 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 persen pada 2026

Menkeu menegaskan strategi pemerintah bertumpu pada penguatan dua mesin pertumbuhan utama: sektor swasta dan stimulus pemerintah. “Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus 6 persen pada 2026

Ilustrasi kegiatan usaha di sebuah pelabuhan (Foto: Dok KabarBursa.com)
Ilustrasi kegiatan usaha di sebuah pelabuhan (Foto: Dok KabarBursa.com)

KABARBURSA.COM— Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa  menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus 6 persen pada 2026, seiring tanda pemulihan yang mulai terlihat sejak kuartal IV 2025.

Purbaya menegaskan strategi pemerintah bertumpu pada penguatan dua mesin pertumbuhan utama: sektor swasta dan stimulus pemerintah. “Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. 

"Moneter, private sector sudah mulai jalan. Itu sudah 6% lebih di atas kertas. Kalau perilaku sistemnya tidak berubah, seperti itu kira-kira. Kemudian saya perbaiki iklim investasi,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Pemerintah menilai percepatan pertumbuhan akan didorong melalui peningkatan likuiditas, reformasi iklim investasi, dan optimalisasi belanja negara. Untuk mengatasi hambatan usaha, pemerintah mengandalkan kerja Satgas Debottlenecking yang bertugas menyelesaikan kendala perizinan maupun regulasi. Hingga saat ini, tim tersebut telah menuntaskan 44 kasus hambatan investasi.

Menurut Purbaya, langkah tersebut menjadi sinyal kuat kepada pelaku usaha bahwa pemerintah serius memperbaiki ekosistem bisnis. Ia optimistis sebagian besar persoalan struktural dunia usaha dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Selain investasi, pemerintah juga menyiapkan stimulus fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk alokasi Rp55 triliun guna mendukung kebutuhan Lebaran serta pembayaran gaji ke-13. Kebijakan ini diharapkan menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat sebagai penopang utama pertumbuhan.

Di saat bersamaan, pengawasan terhadap barang ilegal impor akan diperketat guna melindungi industri dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas pasar domestik.

Purbaya menyatakan perekonomian nasional tengah memasuki fase ekspansi jangka menengah yang diproyeksikan berlangsung hingga periode 2030–2033.

Ia menegaskan optimisme pemerintah bahwa arah kebijakan fiskal dan reformasi struktural yang ditempuh akan membawa ekonomi menuju target jangka panjang pembangunan nasional.

“Jadi masyarakat tidak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (*) (Nade)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait