Makro 01 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Midcap Inggris Naik 11 Persen, FTSE 100 Justru Melemah

Saham midcap Inggris cetak kuartal terbaik dalam hampir lima tahun terakhir dengan kenaikan 11 persen, sementara indeks FTSE 100 justru turun tipis 0,4 persen.

Midcap Inggris naik 11 persen kuartal ini, tertinggi sejak 2020, sementara FTSE 100 melemah. Investor fokus ke kesepakatan dagang AS-Inggris jelang 9 Juli.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Indeks FTSE 100 ditutup turun 0,4 persen pada Senin, 1 Juli 2025, seiring memudarnya reli akibat meredanya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tarif Amerika Serikat. Di sisi lain, indeks midcap FTSE 250 justru mencetak kenaikan kuartalan terbesar dalam hampir lima tahun terakhir.

Indeks FTSE 100, yang berfokus pada perusahaan multinasional, masih mencatat kenaikan lebih dari 7 persen sepanjang tahun ini, melampaui capaian tahunan sejak 2021. Sementara itu, FTSE 250 yang lebih berorientasi pada pasar domestik ditutup turun 0,4 persen dalam perdagangan harian, namun naik 11 persen lebih selama kuartal II 2025.

Saham midcap Inggris dinilai lebih tahan terhadap gangguan tarif karena eksposur perdagangan internasional yang lebih rendah. Inggris juga masih menjadi satu-satunya negara yang memiliki perjanjian dagang aktif dengan Amerika Serikat.

Secara bulanan, FTSE 100 turun tipis 0,1 persen, sedangkan FTSE 250 menguat 2,8 persen. Saham sektor kedirgantaraan dan pertahanan naik 1,2 persen, didorong oleh penguatan saham Rolls-Royce sebesar 1,4 persen. Penguatan ini terjadi setelah kesepakatan dagang AS-Inggris mulai berlaku, menghapus tarif 10 persen untuk mesin dan komponen pesawat terbang.

Investor kini mengamati dengan saksama kesepakatan dagang lanjutan yang mungkin diumumkan sebelum tenggat 9 Juli yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

Data terbaru menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh dalam laju tercepat dalam setahun pada kuartal I 2025. Namun, analis memperkirakan pertumbuhan akan melambat sepanjang sisa tahun ini.

Dari sisi emiten, saham WH Smith anjlok 3,4 persen setelah perusahaan menyatakan akan menerima dana lebih kecil dari penjualan bisnis toko ritel di Inggris kepada Modella Capital, pemilik merek hobi dan kerajinan tangan Hobbycraft.

Saham raksasa farmasi GSK turun 1,1 persen setelah seorang senator Amerika Serikat menyatakan akan menyelidiki keputusan perusahaan menghentikan produksi inhaler asma anak-anak yang banyak digunakan.

Sementara itu, saham perusahaan gas Centrica turun 1,2 persen setelah J.P. Morgan memangkas rekomendasi terhadap saham tersebut. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait