Makro 17 Jun 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

MORA Cetak Laba Rp516 Miliar, Siap Tambah 5 Juta Homepass

MORA membukukan laba Rp516 miliar dan menargetkan penambahan 5 juta homepass pasca merger pada 2026.

MORA mencetak laba Rp516 miliar pada 2025 dan menargetkan tambahan 5 juta homepass serta 1,5 juta pelanggan baru.

Jajaran Direksi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Direktur Jimmy Kadir, Direktur Gentha Andhika Putra, Direktur Utama Timotius M. Sulaiman, Direktur Yopie Widjaja, serta Direktur dan Sekretaris Perusahaan Resi Y. Bramani. Foto: Dok. MORA
Jajaran Direksi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Direktur Jimmy Kadir, Direktur Gentha Andhika Putra, Direktur Utama Timotius M. Sulaiman, Direktur Yopie Widjaja, serta Direktur dan Sekretaris Perusahaan Resi Y. Bramani. Foto: Dok. MORA

KABARBURSA.COM – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 seiring ekspansi jaringan fiber optik dan peningkatan jumlah pelanggan.

Perseroan juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi melalui penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik yang efektif pada April 2026.

Berdasarkan paparan publik tahunan yang digelar di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, emiten berkode saham MORA tersebut mencatat pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnisnya.

Pertumbuhan itu ditopang oleh perluasan jaringan fiber optic, peningkatan basis pelanggan, serta penguatan kapasitas infrastruktur digital.

Sepanjang 2025, jumlah homepass perseroan meningkat sekitar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta homepass dari sebelumnya 788 ribu homepass pada tahun 2024. Sejalan dengan itu, jumlah pelanggan ritel tumbuh sekitar 46 persen menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, sedangkan pelanggan segmen enterprise meningkat sekitar 44 persen menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.

Di sisi infrastruktur, panjang jaringan fiber optik perseroan mencapai sekitar 58 ribu kilometer hingga akhir 2025. Sementara kapasitas bandwidth meningkat sekitar 18 persen menjadi 38 Tbps.

Pertumbuhan operasional tersebut turut mendorong peningkatan kinerja keuangan perseroan. Pendapatan segmen ritel tumbuh sekitar 21 persen menjadi Rp1,3 triliun, sedangkan pendapatan segmen wholesale mencapai Rp876 miliar.

Adapun EBITDA perseroan meningkat 9,8 persen menjadi sekitar Rp2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih melesat 96,5 persen menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025, dibandingkan Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise," kata Timotius dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut dia, kebutuhan konektivitas yang terus meningkat menjadi peluang jangka panjang yang akan terus dioptimalkan melalui investasi infrastruktur secara berkelanjutan.

Pada 22 April 2026, MORA menyelesaikan proses penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan membentuk platform infrastruktur fiber optik terintegrasi berskala besar.

Manajemen menilai penggabungan usaha tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, memperluas cakupan layanan, memperkuat daya saing perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham.

Setelah merger efektif pada 30 April 2026, jumlah homepass gabungan perseroan melonjak menjadi lebih dari 12,7 juta homepass. Panjang jaringan backbone dan access fiber optic mencapai lebih dari 166 ribu kilometer.

Selain itu, jumlah pelanggan ritel gabungan telah melampaui 2,6 juta pelanggan, sedangkan pelanggan enterprise tercatat lebih dari 17 ribu pelanggan.

Perseroan juga mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA). Hingga akhir April 2026, MORA telah mengoperasikan lebih dari 200 site FWA yang tersebar di 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan pasca-merger, perseroan menargetkan penambahan 5 juta homepass pada tahun ini. MORA juga berencana memperluas jaringan FTTH ke 186 kota dan kabupaten serta membangun lebih dari 1.000 site FWA baru.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, perseroan menargetkan penambahan sekitar 1,5 juta pelanggan sepanjang 2026.

Di sisi infrastruktur backbone dan last-mile access, perseroan turut melanjutkan pengembangan Proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam hingga Singapura. Proyek tersebut menggunakan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer dengan teknologi sistem repeater kabel bawah laut berkapasitas tinggi.

Melalui penguatan infrastruktur dan integrasi bisnis pasca-penggabungan, MoraRepublic optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem digital nasional sekaligus mendukung pemerataan akses internet di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait