Makro 24 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

MPMX Perkuat Program Bank Sampah, Saham Bergerak Terbatas

Program MILAH MPM dorong pemberdayaan komunitas dan ekonomi sirkular, sementara saham MPMX bergerak konsolidatif di kisaran 1.020–1.025 pada sesi intraday.

MPMX perkuat program bank sampah MILAH MPM, BSSMT raih penghargaan. Saham bergerak terbatas di level 1.025 dengan likuiditas berimbang.

Saham MPMX bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. (Foto: Dok Mitra Pinasthika Mustika)
Saham MPMX bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. (Foto: Dok Mitra Pinasthika Mustika)

Daftar Isi

  1. 01 Saham Bergerak Terbatas

KABARBURSA.COM – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari, turut menjadi panggung bagi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) untuk menegaskan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan model bisnisnya. 

Melalui pembinaan Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang (BSSMT), MPMX tidak hanya mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi sosial di wilayah operasional perusahaan.

BSSMT yang berdiri sejak 2022 merupakan bagian dari program MILAH MPM (Mitra Olah Sampah MPM), inisiatif keberlanjutan di pilar lingkungan yang dirancang untuk membangun ekosistem pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Dari sisi dampak, BSSMT mencatat pengakuan formal sebagai Juara I Bank Sampah dalam Lomba Kebersihan Tingkat Kota Tangerang. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap sistem pengelolaan sampah skala RW, partisipasi warga, inovasi lingkungan, serta kontribusi terhadap kebersihan kota. 

Pada saat yang sama, MPMX menerima apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang atas kontribusi dan dukungan dalam pengelolaan sampah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin.

Bagi MPMX, penguatan bank sampah bukan sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi bagian dari strategi menciptakan nilai bersama (shared value). Dengan model tabungan sampah, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah rumah tangga, sementara perusahaan memperkuat hubungan sosial di wilayah operasionalnya. 

Pendekatan ini menciptakan dampak berlapis, mulai dari pengurangan limbah hingga peningkatan literasi ekonomi berbasis lingkungan.

Program MILAH MPM saat ini tidak hanya berjalan di Tangerang, tetapi juga diperluas ke Sidoarjo dan Malang, dua area operasional perusahaan. Ekspansi tersebut menunjukkan integrasi program keberlanjutan dengan jejak bisnis MPMX yang bergerak di sektor konsumer otomotif. 

Kehadiran program di wilayah operasional memperlihatkan upaya perusahaan menjaga kesinambungan sosial dan lingkungan sebagai bagian dari stabilitas jangka panjang usaha.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita, menyampaikan bahwa gerakan keberlanjutan yang tumbuh dari masyarakat menjadi fondasi perubahan yang lebih luas. Pernyataan tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperluas inisiatif edukasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Sebagai perusahaan konsumer otomotif yang berdiri sejak 1987 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), MPMX menjalankan bisnis yang mencakup distribusi motor dan mobil, suku cadang dan layanan purnajual, jasa transportasi, hingga layanan keuangan. 

Dalam konteks tersebut, penguatan program keberlanjutan di pilar lingkungan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga daya saing, reputasi, serta keberlanjutan operasional.

Melalui pengembangan bank sampah binaan dan pendekatan pemberdayaan komunitas, MPMX memperlihatkan integrasi antara kinerja ekonomi dan komitmen lingkungan. 

Program MILAH MPM menjadi instrumen yang menghubungkan kepentingan sosial dengan keberlangsungan usaha, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem bisnis yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Saham Bergerak Terbatas

Dari sisi pergerakan saham intraday, MPMX bergerak terbatas dengan harga terakhir berada di level 1.025 atau tidak berubah dibanding penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, saham dibuka di 1.025, sempat menyentuh level tertinggi 1.025 dan terendah 1.020, mencerminkan rentang pergerakan yang relatif sempit.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp813,1 juta dengan volume 7,96 ribu lot. Rata-rata harga berada di 1.021, sedikit di bawah harga penutupan terakhir. Artinya, sebagian transaksi terjadi di area bawah rentang intraday.

Dari sisi antrean order book, total antrian beli tercatat 74.908 lot dengan frekuensi 1.029 kali, sedikit lebih besar dibanding antrian jual sebanyak 70.738 lot dengan frekuensi 733 kali. Pada harga penawaran terdekat di 1.025 terdapat 4.676 lot, sementara pada sisi beli di 1.020 tercatat 15.198 lot, menunjukkan dukungan likuiditas di bawah harga pasar.

Lapisan penawaran terlihat bertahap mulai dari 1.030 hingga 1.070 dengan akumulasi terbesar di 1.030 sebanyak 8.315 lot dan di 1.070 sebesar 2.056 lot. Di sisi bawah, antrian beli tersebar dari 1.020 hingga 975 dengan konsentrasi signifikan pada 1.020 dan 1.010 masing-masing 15.198 lot dan 13.520 lot.

Struktur intraday tersebut memperlihatkan perdagangan yang cenderung konsolidatif dengan rentang harga terbatas di sekitar level 1.020–1.025, serta distribusi antrean beli dan jual yang relatif berimbang sepanjang sesi berjalan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait