Makro 10 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Mudik Lebaran 2026, Tiket Kapal Pelni Diskon 30 Persen

Pemerintah membuka program mudik gratis kapal laut dengan kuota 66 ribu penumpang serta diskon 30 persen tiket Pelni untuk Lebaran 2026.

Pemerintah membuka mudik gratis kapal laut bagi 66 ribu penumpang dan diskon tiket Pelni 30 persen untuk mendukung perjalanan Lebaran 2026.

Pemerintah sediakan layanan mudik gratis dengan kapal laut, Kemenhub dorong keselamatan dan layanan penumpang selama pelaksanaan mudik Lebaran 2026. Foto: dok. Pelni
Pemerintah sediakan layanan mudik gratis dengan kapal laut, Kemenhub dorong keselamatan dan layanan penumpang selama pelaksanaan mudik Lebaran 2026. Foto: dok. Pelni

KABARBURSA.COM - Pemerintah memberikan stimulus bagi masyarakat dalam pelaksanaan mudik Lebaran 2026. Salah satunya melalui program tiket gratis untuk pengguna kapal laut.

Pemerintah menyediakan kuota mudik gratis dengan kapal laut sebanyak lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran mudik gratis ini dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.

Tak hanya itu, diskon tarif 30 persen untuk seluruh trayek kapal PSO milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kelas ekonomi juga turut diberikan. Program ini mencakup lebih dari 445 ribu tiket untuk masyarakat.

“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” ujar  Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi lewat keterangan resmi yang dikutip, Senin, 9 Maret 2026.

Demi mendukung mudik Lebaran, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan 841 kapal dengan kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang untuk mendukung operasional Angkutan Laut Lebaran 2026. 

Dudy menyatakan, armada tersebut disiapkan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” sebutnya.

Dudy menyebutkan, moda transportasi laut dinilai berperan penting dalam menghubungkan wilayah kepulauan, termasuk daerah terpencil, terluar, dan perbatasan yang tidak terjangkau moda transportasi lain.

Demi menjamin kesiapan operasional, Kemenhub telah melakukan uji kelaiklautan terhadap berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata.

“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Menhub.

Dudy menambahkan, keselamatan pelayaran menjadi aspek yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, utamanya terkait proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Untuk kesekiaan kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” katanya.

Kemenhub lalu meminta agar seluruh operator pelayaran menyiapkan kelaikan armada, termasuk pemeriksaan perlengkapan keselamatan serta kompetensi awak kapal.

Selain itu, kesiapan infrastruktur pelabuhan juga harus ditingkatkan, mulai dari terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi perjalanan yang mudah diakses masyarakat.

Menhub juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.

“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” tutup Menhub.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait