Makro 18 Apr 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Musim Dividen 2025 Dimulai, ini Daftar Emiten yang Tebar Yield Tinggi

Sejumlah emiten umumkan dividen 2025 dengan yield tinggi, didominasi sektor komoditas, ritel, dan perbankan.

Musim dividen 2025 dimulai, sejumlah emiten tebar yield tinggi hingga dua digit dan tingkatkan payout ratio untuk investor.

Musim dividen 2025 dimulai, sejumlah emiten tebar yield tinggi hingga dua digit dan tingkatkan payout ratio untuk investor. Foto: Dok. KabarBursa
Musim dividen 2025 dimulai, sejumlah emiten tebar yield tinggi hingga dua digit dan tingkatkan payout ratio untuk investor. Foto: Dok. KabarBursa

KABARBURSA.COM — Musim pembagian dividen mulai ramai setelah sejumlah emiten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025. Dalam sepekan terakhir, sejumlah perusahaan mengumumkan besaran dividen dengan variasi yield dan rasio pembayaran yang cukup menarik.

Data yang dirangkum Stockbit Sekuritas menunjukkan, beberapa emiten bahkan menawarkan yield di atas 10 persen, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi investor yang mengincar pendapatan pasif.

Salah satu yang menonjol adalah PT Astra Graphia Tbk dengan yield dividen mencapai 11,8 persen, disusul PT Matahari Department Store Tbk yang mencatat yield tertinggi di daftar tersebut sebesar 12,8 persen.

Di sisi lain, bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tetap konsisten membagikan dividen dengan yield 6,1 persen, didukung rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang mencapai 93 persen.

Kenaikan rasio pembayaran juga menjadi tren yang terlihat di sejumlah emiten. PT AlamTri Resources Indonesia Tbk, misalnya, mencatat lonjakan DPR hingga 104 persen dari sebelumnya 37 persen. Hal serupa juga terlihat pada PT Astra Graphia Tbk yang menaikkan DPR menjadi 120 persen dari sebelumnya 45 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sejumlah perusahaan mulai lebih agresif mengembalikan laba kepada pemegang saham, meskipun tidak semuanya konsisten. Beberapa emiten justru mencatat penurunan DPR, seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang turun menjadi 61 persen dari sebelumnya 66 persen.

Jika ditarik lebih luas, sektor energi dan komoditas masih mendominasi daftar pembagi dividen besar. Emiten seperti PT United Tractors Tbk, PT Adaro Energy Indonesia Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk tetap menjadi penyumbang dividen signifikan, meskipun yield-nya relatif lebih moderat di kisaran 3–4 persen.

Sementara itu, sektor ritel dan konsumer justru menawarkan yield yang lebih tinggi, mencerminkan strategi distribusi laba yang lebih agresif di tengah tekanan bisnis. Dari sisi waktu, sebagian besar emiten menetapkan cum date pada akhir April 2026, yang menjadi momentum penting bagi investor yang ingin mengejar dividen.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa musim dividen tahun ini tidak hanya soal besaran, tetapi juga strategi perusahaan dalam menyeimbangkan kebutuhan ekspansi dan distribusi laba. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, dividen tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga daya tarik saham di mata investor.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait