Makro 03 Nov 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, Nonmigas Jadi Mesin Penggerak Utama

Surplus tersebut didorong kuat oleh kinerja perdagangan nonmigas yang tetap kukuh

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar USD4,34 miliar pada September 2025.

Ilustrasi Surplus Perdagangan Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Surplus Perdagangan Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar USD4,34 miliar pada September 2025.

Surplus tersebut didorong kuat oleh kinerja perdagangan nonmigas yang tetap kukuh. Sebaliknya, sektor migas masih mencatat defisit sebesar USD1,64 miliar, disebabkan lonjakan impor minyak mentah dan produk turunannya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa sepanjang Januari–September 2025, neraca perdagangan barang Indonesia membukukan surplus kumulatif USD33,48 miliar. “Penyumbang utama tetap dari sektor nonmigas dengan surplus USD47,20 miliar, sedangkan migas masih defisit USD13,71 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 3 Oktober 2025.

Dari sisi ekspor, performa nasional selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai USD209,80 miliar, tumbuh 8,14 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama 2024 senilai USD194,01 miliar. Produk nonmigas menjadi penggerak utama dengan nilai ekspor USD199,77 miliar, naik 9,57 persen yoy dari USD182,33 miliar. Sementara itu, ekspor migas justru terkontraksi 14,09 persen yoy menjadi USD10,03 miliar.

Peningkatan ekspor banyak ditopang industri pengolahan yang tumbuh 12,58 persen. Beberapa komoditas mencatat lonjakan mencolok, di antaranya minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis pertanian, serta semikonduktor dan komponen elektronik.

Khusus pada September 2025, nilai ekspor mencapai USD24,68 miliar, naik 11,41 persen yoy dari USD22,15 miliar. Sektor nonmigas mendominasi dengan USD23,68 miliar, meningkat 12,79 persen yoy. Kenaikan tertinggi datang dari logam mulia dan perhiasan/permata yang melesat 168,57 persen, memberi kontribusi 5,66 persen terhadap total ekspor bulanan.

Sementara dari sisi impor, total kumulatif Januari–September 2025 tercatat USD176,32 miliar, tumbuh 2,62 persen yoy dibandingkan USD171,82 miliar pada tahun sebelumnya. Pendorong utama berasal dari barang modal, dengan kontribusi 3,36 persen terhadap total impor.

Adapun nilai impor September 2025 mencapai USD20,34 miliar, meningkat 7,17 persen yoy dari USD18,97 miliar. Impor nonmigas masih mendominasi dengan USD17,70 miliar atau naik 7,62 persen yoy, sementara impor migas tumbuh lebih lambat, 4,29 persen yoy menjadi USD2,64 miliar.

Kinerja perdagangan yang tetap surplus memperlihatkan bahwa fundamental ekspor Indonesia masih tangguh, meski tekanan global terus membayangi arah perekonomian nasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait