Makro 10 Feb 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pandu Sjahrir: MBG Investasi Strategis Pembangunan Infrastruktur Manusia

Danantara investasi Rp20 triliun untuk peternakan ayam terintegrasi nasional demi mendukung program Makan Bergizi Gratis dan ketahanan protein hewani.

Danantara gelontorkan Rp20 triliun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis lewat hilirisasi ayam dan telur, targetkan produksi 1,5 juta ton ayam per tahun.

Ilustrasi program Makan Siang Bergizi (MBG). Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi program Makan Siang Bergizi (MBG). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar program sosial, tetapi merupakan investasi strategis pembangunan modal manusia.

Pandu menjelaskan, perbedaan fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitikberatkan kepada pembangunan infrastruktur fisik, sementara Prabowo fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Presiden sebelumnya, Bapak Jokowi, fokus pada infrastruktur. Apa yang Presiden Prabowo fokuskan hari ini adalah pada infrastruktur manusia," ujar Pandu dalam acara South China Morning Post (SCMP) di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Pandu menjelaskan, pendekatan Prabowo terhadap 300 juta penduduk Indonesia diwujudkan melalui dua program utama, yakni Makan Bergizi Gratis dan pendidikan.

Meski menyadari potensi kontroversi politik karena biaya besar yang harus dikeluarkan, Pandu menilai program ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat signifikan pada masa depan.

"Maksud saya, secara politik, ini mungkin tidak populer, tetapi ini akan memberikan dividen 10-15 tahun dari sekarang," kata Pandu.

Lebih jauh, Pandu menempatkan program MBG dalam kerangka tujuan Indonesia menjadi lima besar ekonomi dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-16 menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) tahun 2023.

"Karena berinvestasi dalam modal manusia adalah hal yang paling penting bagi negara kita untuk pergi dari ekonomi ke-15 dan 16, menjadi ekonomi ke-5 di dunia," ucap Pandu.

Dukung MBG, Danantata Gelontorkan Rp20 Triliun

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengalokasikan investasi hingga Rp20 triliun untuk mengembangkan ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan kecukupan pasokan protein hewani bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Juru Bicara Kementerian Pertanian, Agung, menyatakan bahwa pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi merupakan inisiatif langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai strategi jangka panjang negara dalam mewujudkan swasembada protein.

“Hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini dirancang untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung, Senin, 9 Februari 2026.

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai proyek tersebut akan menjadi tulang punggung swasembada protein nasional. Integrasi rantai pasok dari hulu, meliputi pembibitan dan pakan, hingga hilir seperti pengolahan, logistik, dan pemasaran diyakini mampu menciptakan stabilitas pasokan serta harga di pasar domestik.

Dukungan terhadap program MBG menjadi salah satu fokus utama investasi ini. Berdasarkan data pemerintah, pelaksanaan MBG membutuhkan tambahan pasokan sekitar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

Melalui proyek ini, Danantara memproyeksikan peningkatan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun, yang akan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG.

CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa investasi di sektor peternakan merupakan bagian dari strategi besar hilirisasi nasional.

“Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai sekitar 7 miliar dolar AS. Ini adalah komitmen kami untuk membangun fondasi industri pangan dan peternakan yang kuat serta mandiri,” kata Rosan.

Untuk memperkuat ekosistem peternakan rakyat, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak dan koperasi.

Skema pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong peternak rakyat bergabung dalam rantai pasok modern yang lebih efisien dan berdaya saing.

Di sisi hilir, BUMN pangan PT Indonesia Food (ID Food) akan berperan sebagai offtaker, menyerap hasil produksi peternak. Peran ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar serta menjaga stabilitas harga, sehingga peternak dapat fokus meningkatkan produktivitas.

Sebagai tahap awal, proyek peternakan ayam terintegrasi ini akan dikembangkan di enam lokasi strategis sebagai percontohan, sebelum diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia. (ADI SUBCHAN)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait