Makro 24 Dec 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Pasar Asia Dibuka Datar: Nikkei Naik, Shanghai Composite Turun

Perdagangan menjelang libur Natal membuat bursa Asia bergerak terfragmentasi, dengan investor lebih fokus pada rotasi sektor, likuiditas tipis, dan peluang window dressing akhir tahun.

Bursa Asia bergerak bervariasi jelang Natal. Likuiditas menipis, investor fokus rotasi sektor dan peluang window dressing, sementara IHSG tetap solid YTD.

Ilustrasi pasar Asia. Foto: AI untuk KabarBursa.
Ilustrasi pasar Asia. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Pasar bursa Asia pada Rabu, 24 Desember 2025, dibuka bervariatif. Momen Natal yang secara historis identik dengan volume tipis dan pergerakan yang cenderung mengikuti dinamika domestik, begitu terasa. Positioning pelaku pasar jangka pendek juga ikut membawa pengaruh besar.

Pasar Australia melemah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,33 persen dan menandai jeda setelah reli empat hari beruntun. Investor cenderung melakukan profit taking ringan menjelang penutupan pasar yang dilakukan lebih awal.

Hal yang sama terjadi pada pasar Hong Kong. Hang Seng dibuka nyaris tanpa perubahan dari penutupan sebelumnya, yaitu di 25.780. Pasar lebih memilih wait and see terhadap arah ekonomi China dan absennya dorongan eksternal yang kuat di Wall Street.

Jepang sedikit berbeda. Ada kenaikan tipis Nikkei 225 sebesar 0,14 persen, sementara indeks Topix stagnan. Investor domestik sepertinya menahan diri setelah reli sebelumnya, sambil mencermati nikai tukar yen serta ekspektasi kebijakan Bank of Japan.

Sedang pasar Korea Selatan lebih volatile. Kospi menguat 0,2 persen sementara Kosdaq melemah di besaran yang sama. Investor cenderung kembali ke saham berkapitalisasi besar yang dianggap leboh defensif. Juga, mengurangi eksposur pada saham growth dan small cap yang volatilitasnya lebih tinggi dalam kondisi pasar yang sepi.

Kondisi China daratan sideways, indeks relatif tidak bergerak. Shanghai Composite hanya turun sekitar 1 poin. Pasar masih menunggu arah kebijakan lanjutan dari otoritas ekonomi. Minimnya reaksi ini disebabkan adanya kejutan data makro.

Di Indonesia, IHSG dibuka menguat ke level 8.601,85 dengan sektor industri dan infrastruktur yang menjadi penopang.

Analis Indo Premier mencatat bahwa IHSG telah menguat sebesar 21 persen secara year to date. Ini adalah performa terbaik IHSG dalam satu dekade terakhir. Reli terutama ditopang saham-saham konglomerasi dan komoditas, terutama emas dan CPO.

Sedangkan sektor perbankan, yang selama ini menjadi motor utama indeks, justru tertinggal. Kenaikan IHSG tahun ini lebih bersifat selektif dan tidak sepenuhnya berbasis broad-based rally.

Jadi, jelang libur Natal tahun ini, volatilitas di pasar Asia diperkirakan melambat seiring berkurangnya partisipasi pelaku pasar institusional. Meski demikian, kondisi likuiditas yang tipis ini membuka ruang terjadinya window dressing di penghujung tahun, terutama pada saham-sahan dengan bobot besar atau emiten yang menunjukkan kinerja relatif baik.

Saat ini, pasar berada dalam fase rapuh namun oportunistik, di mana pergerakan kecil bisa berdampak signifikan. Sementara, arah tren jangka pendek sangat ditentukan oleh positioning akhir tahun, bukan oleh perubahan fundamental yang besar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait