Makro 22 Jun 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Pasar Bersiap Hadapi Guncangan Setelah Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Harga minyak, yang sejak awal konflik sudah naik sekitar 15 persen, kini punya ruang kenaikan yang lebih besar, dengan level USD 80 per barel

Harga minyak dan emas naik tajam usai AS serang Iran. Pasar bersiap hadapi gejolak geopolitik, saham energi di BEI mulai reli.

Saham dunia dipastikan bergejolak buntut serangan AS ke fasilitas nuklir Iran. (Foto: KabarBursa.com/Abbas Sandji)
Saham dunia dipastikan bergejolak buntut serangan AS ke fasilitas nuklir Iran. (Foto: KabarBursa.com/Abbas Sandji)

Daftar Isi

  1. 01 Bursa Indonesia: Saham-saham Energi Mulai Memanas

KABARBURSA.COM - Dunia belum sempat bernapas lega dari konflik Timur Tengah, ketika Amerika Serikat tiba-tiba melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran di Fordo, Isfahan, dan Natanz. 

Langkah ini bukan hanya memperkeruh krisis regional yang sudah panas akibat aksi militer Israel awal bulan ini, tapi juga mengubah kalkulasi pasar global secara drastis.

Reaksi pasar diprediksi keras saat perdagangan dibuka Senin, 23 Juni 2025. Pelaku pasar dipastikan akan mengambil posisi defensif. Aset berisiko seperti saham berpotensi ditekan, sementara instrumen safe haven seperti emas dan dolar AS kemungkinan besar akan diburu. 

Harga minyak, yang sejak awal konflik sudah naik sekitar 15 persen, kini punya ruang kenaikan yang lebih besar, dengan level USD 80 per barel sudah mengintip di depan mata jika eskalasi berlanjut.

Kekhawatiran utama pasar bukan semata-mata soal perang, tapi soal dampaknya terhadap jalur distribusi energi global. Selat Hormuz, yang mengalirkan hampir seperlima kebutuhan minyak dunia, berada dalam jangkauan penuh Iran. Jika jalur ini terganggu, tak hanya harga minyak yang melonjak, tetapi inflasi global pun bisa kembali membara.

Bursa Indonesia: Saham-saham Energi Mulai Memanas

Bursa saham Indonesia sendiri sudah memberi respons dini. Saham-saham energi mulai memanas. ENRG melesat 42 persen, APEX naik 33 persen, dan MEDC menguat 12 persenvdalam dua pekan terakhir. Jika harga minyak terus naik, sektor ini bisa menjadi pelindung dari ketidakpastian global. 

Tapi perlu dicatat, reli yang dipicu oleh konflik cenderung rapuh. Begitu muncul sinyal diplomasi atau de-eskalasi, euforia bisa berbalik menjadi aksi ambil untung.

Sementara itu, seluruh dunia menanti langkah balasan dari Iran. Pernyataan keras dari Ayatollah Ali Khamenei dan Kementerian Luar Negeri Iran menyiratkan bahwa serangan AS tidak akan dibiarkan begitu saja. 

Jika Iran memilih membalas secara militer, pasar bisa bereaksi lebih ekstrem, bahkan mungkin lebih keras dibanding saat pecahnya perang Rusia-Ukraina dua tahun silam.

Investor global juga mulai berspekulasi soal sikap negara-negara besar lainnya. Akankah Tiongkok atau Rusia turun tangan? Apakah negara-negara Teluk akan mengamankan kepentingannya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan arah pasar untuk beberapa pekan ke depan.

Di tengah semua ketidakpastian ini, satu hal jadi jelas, pasar sedang memasuki fase yang tak biasa. Para investor perlu bersikap hati-hati, fokus pada risiko geopolitik, dan mencermati setiap pernyataan resmi, bukan hanya dari Washington dan Teheran, tetapi juga dari OPEC dan negara penghasil energi lainnya.

Senin nanti mungkin bukan awal pekan biasa. Tapi seperti biasa, pasar akan menemukan cara untuk bereaksi. Dan dalam kekacauan, peluang sering kali muncul, tapi hanya bagi mereka yang siap membaca arah angin dengan tajam dan tanpa panik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait