Makro 14 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Pasar Saham Eropa Menguat, Pertambangan Bangkit Tiga Persen

Investor juga fokus pada ketegangan dagang AS-China dan laporan keuangan kuartal III.

Pasar saham Eropa ditutup menguat, saham pertambangan naik 3 persen. Investor fokus pada ketegangan dagang AS-China dan laporan keuangan kuartal III.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

Daftar Isi

  1. 01 Pasar Global: AS-China Menghangat

KABARBURSA.COM – Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada Senin, 13 Oktober 2025, didorong reli saham pertambangan, seiring para investor terus memantau ketegangan perdagangan yang kembali muncul antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menguat 0,4 persen, dipimpin oleh Stoxx 600 Basic Materials Index yang naik 3 persen, bangkit dari penurunan tajam pada Jumat lalu. 

Sebagian besar indeks utama benua Eropa berada di zona hijau pada akhir sesi. FTSE Inggris naik hampir 0,2 persen, DAX Jerman menguat 0,6 persen, FTSE MIB Italia naik 0,4 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,2 persen meski negara itu masih dihantui kekacauan politik.

Saham pertambangan mencatatkan kenaikan signifikan. Fresnillo melesat 9 persen, Aurubis naik 2,4 persen, dan Anglo American bertambah 4,1 persen setelah Presiden AS Donald Trump mengancam China dengan gelombang tarif baru untuk “secara finansial menanggapi” kontrol ekspor baru yang diterapkan China pada mineral tanah jarang.

China menguasai sekitar 70 persen pasokan global mineral tanah jarang, yang sangat penting untuk industri teknologi tinggi, termasuk otomotif, pertahanan, dan semikonduktor. 

Namun, pada Minggu, Trump tampak meredakan ketegangan lewat unggahan di Truth Social, menyebut bahwa hubungan dagang dengan China “akan baik-baik saja.”

Di sektor teknologi, pembuat semikonduktor asal Belanda, ASML, ditutup naik 3,7 persen setelah pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia, anak perusahaan Wingtech Technology China, untuk menjamin pasokan chip di Eropa di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan.

Di sektor perbankan, Lloyds Bank ditutup naik 0,9 persen setelah mengumumkan alokasi tambahan 800 juta poundsterling (sekitar USD 1,07 miliar) untuk kompensasi terkait skandal pembiayaan mobil yang salah jual. 

Bank tersebut, melalui anak usahanya Black Horse, yang merupakan penyedia pembiayaan otomotif terbesar di Inggris, sebelumnya telah mengalokasikan 1,2 miliar poundsterling untuk pembayaran ganti rugi.

Sektor otomotif Eropa berakhir bervariasi. Ferrari menurun 4,1 persen di tengah kabar target profitabilitas jangka panjangnya yang tak tercapai. Sementara itu, Renault naik tipis 0,1 persen, Mercedes-Benz bertambah hampir 0,5 persen, dan Stellantis naik 2,7 persen. Kelima produsen mobil global ini sedang menghadapi tuntutan hukum di Pengadilan Tinggi London terkait dugaan manipulasi emisi diesel menggunakan “defeat devices.”

Di sisi farmasi, AstraZeneca ditutup turun 0,5 persen setelah mencapai kesepakatan harga dengan pemerintah AS pada Jumat lalu, yang memungkinkan perusahaan menurunkan harga obat sebagai imbalan menghindari tarif tambahan.

Di Prancis, Perdana Menteri Sebastien Lecornu, yang diangkat kembali Jumat lalu setelah mengundurkan diri pada 6 Oktober, membentuk kabinet baru dengan Roland Lescure sebagai menteri keuangan. 

Pemerintah diperkirakan akan memaparkan rencana anggaran baru Senin ini, menjelang batas waktu yang ditetapkan Presiden Emmanuel Macron. Hingga penutupan perdagangan di London, rencana anggaran belum diumumkan.

Pasar Global: AS-China Menghangat

Pada Minggu, China menyatakan “tidak takut” menghadapi perang dagang dengan AS, dan juru bicara Kementerian Perdagangan menuduh adanya “double standard” terkait ancaman Trump pada Jumat untuk mengenakan tarif tambahan 100 persen atas impor China.

Pasar Asia-Pasifik melemah semalam karena investor waspada terhadap dampak ketegangan dagang yang kembali muncul. Sementara itu, pasar saham AS melonjak pada Senin, bangkit dari aksi jual Jumat setelah Trump berusaha menenangkan pasar bahwa perang dagang baru tidak akan terjadi.

Meski tidak ada rilis data atau laporan pendapatan besar pada Senin, investor akan mengamati laporan keuangan dari ASML, LVMH, dan Nestle minggu ini seiring dimulainya musim laporan kuartal ketiga. 

Selain itu, perhatian juga tertuju pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington minggu ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait