Makro 18 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Pemerintah akan Tingkatkan Ekspor UMKM ke Jerman, Kopi Jadi Andalan

Salah satu komoditas yang didorong ekspornya yaitu kopi, mengingat tingginya minat terhadap kopi di kawasan Eropa dan banyak pelaku UMKM di industri tersebut.

Salah satu komoditas yang didorong ekspornya yaitu kopi, mengingat tingginya minat terhadap kopi di kawasan Eropa dan banyak pelaku UMKM di industri tersebut.

Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.
Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.

Daftar Isi

  1. 01 Sekilas Perdagangan Indonesia-Jerman

KABARBURSA.COM - Pemerintah tengah mendorong  berbagai upaya peningkatan ekspor UMKM Indonesia ke Jerman di samping mempercepat penyelesian perundingan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus mendorong UMKM agar bisa ekspor mengingat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia cukup besar, yakni sekitar 60 persen.

Salah satu komoditas yang didorong ekspornya yaitu kopi, mengingat tingginya minat terhadap kopi di kawasan Eropa dan banyak pelaku UMKM di industri tersebut.

"Diharapkan ekspor kopi Indonesia ke Jerman dapat ditingkatkan," ujar Roro dalam keterangannya, Kamis, 18 September 2025.

Roro menyatakan Indonesia berkomitmen menyelesaikan I-EU CEPA sesuai arahan Presiden Prabowo
Subianto. Di tengah situasi geopolitik global yang fluktuatif, perjanjian dagang dengan negara mitra diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan kedua belah pihak, serta mengurangi ketergantungan terhadap suatu negara tertentu.

Sementara itu State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development, Niels Annen menyampaikan beberapa fokus program pemerintah Jerman, antara lain terkait kebijakan EU deforetation regulation (EUDR) yang cukup berpengaruh pada beberapa komoditas Indonesia.

Annen menyebut pihaknya terbuka untuk berbagai kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia guna memudahkan komoditas terdampak EUDR agar dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Pihak Jerman menyatakan akan aktif melakukan sosialisasi teknis implementasi EUDR melalui Import Promotion Desk (IPD).

Selain itu, pemerintah Jerman juga memiliki program German Desk yang akan diluncurkan di Jakarta dalam waktu dekat. Program ini berfungsi menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan Jerman, serta memberikan fasilitasi untuk mempermudah proses business to business.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Jerman

Pada 2024, total perdagangan Indonesia dan Jerman tercatat sebesar USD6,2 miliar, dengan nilai
ekspor sebanyak USD2,4 miliar atau menurun 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara, dari segi impor tercatat senilai USD3,8 miliar atau menurun 20,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menempati peringkat ke-19 tujuan ekspor terbesar Indonesia dan menjadi sumber impor ke-12 bagi Indonesia.

Adapun produk ekspor utama Indonesia ke Jerman yaitu mesin percetakan (USD296,8 juta), tembaga (USD162 juta), alas kaki berbahan kulit (USD101,9 juta), kopi (USD88,2 juta), dan alas kaki berbahan tekstil (USD72,3 juta).

Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Jerman yaitu
produk otomotif (USD301,5 juta), obat-obatan (USD129,3 juta), sirkuit elektronik terpadu (USD121,8 juta), mesin (USD97,2 juta), dan produk kimia (USD83,9 juta).

Jerman juga merupakan sumber investasi asing (FDI) terbesar ke-15 bagi Indonesia, dengan USD343,3 juta yang tersebar di 3.235 proyek.
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait