Makro 14 Mar 2026 Penulis: Adi Subchan Editor: Tim Editorial

Pemerintah dan Danantara Percepat Industri Chip Nasional

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor Indonesia

Danantara Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui menggelar Workshop Percepatan

Ilustrasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Danantara Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)  menggelar Workshop Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional di Wisma Danantara, Jakarta, 12-13 Maret 2026 .

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor Indonesia, mulai dari pengembangan riset hingga kesiapan industrialisasi.

Industri semikonduktor saat ini memegang peranan penting dalam transformasi teknologi global. Teknologi ini menjadi komponen kunci dalam berbagai sektor seperti kecerdasan buatan (AI), otomotif, energi, pertahanan, telekomunikasi, hingga perangkat kesehatan.

Melalui forum ini, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri dipertemukan untuk menyusun arah pengembangan ekosistem semikonduktor yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan penuh, khususnya dari sisi regulasi dan standardisasi agar pengembangan industri semikonduktor nasional dapat bergerak lebih cepat menuju tahap komersialisasi.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah kejelasan mengenai produk prioritas, desain, roadmap, serta pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik. Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depan karena yang kita bangun bukan lagi sekadar proyek riset, melainkan investasi yang harus menghasilkan produk layak secara ekonomi dan komersial,” ujar Brian dalam siaran persnya secara tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurutnya, pengembangan industri semikonduktor tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan agar inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Perguruan tinggi dan lembaga penelitian, lanjut Brian, diharapkan tetap menjadi sumber inovasi serta penguatan basis teknologi, sementara industri berperan penting dalam mempercepat adopsi teknologi serta memastikan produk yang dikembangkan memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menilai momentum pengembangan semikonduktor nasional justru terbuka lebar seiring dengan perubahan lanskap industri global.

“Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Dunia saat ini memasuki babak baru, khususnya dalam pengembangan chip untuk AI. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat melalui kolaborasi, penguatan talenta, serta pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Sigit.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor nasional memerlukan orkestrasi yang kuat, mulai dari penentuan produk prioritas, pengembangan desain, kesiapan fabrikasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyusunan model bisnis yang berkelanjutan.

Upaya penguatan ekosistem ini juga sejalan dengan langkah Indonesia membangun fondasi industri semikonduktor melalui kemitraan strategis dengan berbagai industri global.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada penguasaan desain chip serta pengembangan produk, sekaligus membuka ruang peningkatan kapasitas talenta di lingkungan industri maupun perguruan tinggi.

Melalui workshop ini, para pemangku kepentingan didorong menyusun langkah yang lebih terarah dan terukur dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.

Kegiatan ini menargetkan tiga hasil utama, yakni penetapan produk semikonduktor prioritas, penyusunan rencana pengembangan talenta, serta perumusan peta jalan kolaborasi lima tahun guna mempercepat hilirisasi dan penguatan industri semikonduktor di Indonesia.

Workshop tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong lahirnya produk-produk semikonduktor unggulan nasional yang siap memasuki tahap pengembangan lanjutan, industrialisasi, serta pemanfaatan nyata di berbagai sektor strategis. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
AD
Jurnalis Utama

Adi Subchan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait