Makro 16 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Pemerintah Optimalkan APBN untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Kementerian Keuangan menyiapkan berbagai langkah strategis melalui APBN untuk menjaga pertumbuhan ekonomi

Kemenkeu menegaskan APBN akan tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)

KABARBURSA.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan terus mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut merupakan komitmen untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai Prioritas Nasional Tahun 2027.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya akan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis.

"Dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif," ujar dia dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program utama, yaitu program kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi, pengelolaan penerimaan negara, pengelolaan belanja negara, pengelolaan perbendaharaan kekayaan negara dan risiko, serta program dukungan manajemen.

Melalui berbagai program tersebut, Purbaya  berjanji pihaknya akan terus memperkuat perannya dalam menjaga kesehatan fiskal negara, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional  hingga tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa yang memadai.

Di sektor fiskal, hingga akhir Mei 2026 pendapatan negara mencapai Rp1.185,0 triliun atau meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun dan pembiayaan telah terealisasi sebesar Rp379,4 triliun dengan tetap menjaga defisit dan utang pada tingkat yang aman dan terkelola.

“Indonesia menunjukkan fundamental ekonomi yang tetap solid didukung kinerja fiskal 
yang sehat dan sustainable di tengah perekonomian global yang sangat menantang.” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga peran APBN sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan fiskal.

Ke depan, lanjutnya, Kemenkeu akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan program-program prioritas nasional berjalan optimal.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan pengelolaan fiskal yang sehat, Kemenkeu optimistis dapat terus mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait