Makro 13 Mar 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Pemimpin Tertinggi Baru Iran Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Ditutup

Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyebut penutupan Selat Hormuz perlu dipertahankan sebagai tekanan terhadap musuh di tengah konflik regional.

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap musuh di tengah konflik Timur Tengah.

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap musuh di tengah konflik Timur Tengah. Foto: Bhaskar English
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap musuh di tengah konflik Timur Tengah. Foto: Bhaskar English

KABARBURSA.COM — Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz harus tetap dilanjutkan sebagai cara menekan pihak yang dianggap sebagai musuh Iran. Pernyataan itu menjadi komentar publik pertamanya sejak resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Kamis, kemarin, Khamenei Muda juga menyampaikan ancaman terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ia meminta seluruh pangkalan militer AS di wilayah tersebut segera ditutup.

“Penutupan Selat Hormuz harus dilanjutkan sebagai alat untuk menekan musuh,” kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi negara, dikutip dari Consumer News and Business Channel, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut tidak dapat dibiarkan. “Semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah harus segera ditutup dan pangkalan-pangkalan itu akan diserang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan data Trading Economics, kontrak berjangka minyak mentah jenis WTI diperdagangkan di kisaran USD95 per barel atau sekitar Rp1,6 juta per barel pada perdagangan Jumat setelah melonjak tajam selama dua hari terakhir.

Jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir sepenuhnya terhenti sejak perang pecah sehingga pasokan energi global terganggu.  Pemerintah Iran sebelumnya memperingatkan harga minyak dunia dapat melonjak hingga sekitar USD200 per barel atau setara sekitar Rp3,38 juta per barel.

Pidato itu juga menjadi pernyataan publik pertama Mojtaba Khamenei sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 9 Maret 2026. Ia menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Serangan tersebut juga melukai Mojtaba Khamenei yang berada di kompleks kediaman ayahnya saat serangan terjadi. Dalam peristiwa itu sejumlah anggota keluarga dekat pemimpin Iran turut tewas. Dalam pidatonya, Khamenei menegaskan Iran tidak akan tinggal diam atas kematian para tokoh yang ia sebut sebagai syuhada.

“Iran tidak akan menahan diri untuk membalas darah para syuhadanya,” kata dia sambil menyerukan persatuan rakyat Iran.

Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun dikenal memiliki pandangan politik yang lebih keras dibandingkan ayahnya. Selama ini ia cenderung menjaga profil rendah dalam politik Iran sebelum akhirnya dipilih oleh para ulama senior untuk memimpin negara tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. “Saya tidak percaya dia bisa hidup dalam damai,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Meski demikian, hingga kini belum jelas apakah Washington menjadikan perubahan rezim di Teheran sebagai tujuan utama operasi militernya. Sejumlah analis menilai serangan udara saja kemungkinan tidak cukup untuk menggulingkan kepemimpinan Iran.

Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur militer serta fasilitas penting Iran juga belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Dalam beberapa hari terakhir intensitas serangan udara dan laut justru meningkat.

Iran juga meningkatkan serangan balasan, termasuk menargetkan kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz.

Dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba Khamenei menegaskan Iran akan menuntut ganti rugi dari pihak yang dianggap sebagai musuhnya atau menghancurkan aset-aset mereka. “Iran akan menuntut kompensasi dari para musuhnya atau menghancurkan aset mereka sebagai balasan,” kata Khamenei.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait