Makro 26 Jun 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

Penjelasan DFI Retail (HERO) belum Bagikan Dividen Sejak 1997 Meski Balik Untung

DFI Retail Nusantara memilih memperkuat fundamental bisnis dan kondisi keuangan meski kembali membukukan laba pada 2025.

HERO belum membagikan dividen meski laba bersih berbalik positif pada 2025. Perseroan memprioritaskan penguatan fundamental bisnis.

HERO belum membagikan dividen meski laba bersih berbalik positif pada 2025. Perseroan memprioritaskan penguatan fundamental bisnis. Foto: Desty Luthfiani/Dok. HERO/AI
HERO belum membagikan dividen meski laba bersih berbalik positif pada 2025. Perseroan memprioritaskan penguatan fundamental bisnis. Foto: Desty Luthfiani/Dok. HERO/AI

KABARBURSA.COM – PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) belum berencana membagikan dividen kepada pemegang saham meski berhasil membalikkan kinerja keuangan menjadi laba pada tahun buku 2025.

Manajemen menyatakan prioritas saat ini adalah memperkuat fundamental bisnis dan menjaga kondisi keuangan di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik.

Dalam paparan publik tahunan yang digelar di Tangerang Selatan, Rabu, 25 Juni 2026, HERO melaporkan pendapatan bersih tahun buku 2025 meningkat 7 persen menjadi Rp4,848 triliun. Laba kotor juga naik 14 persen menjadi Rp2,195 triliun, sementara laba dari operasi berkelanjutan berbalik positif menjadi Rp38 miliar dari rugi Rp146 miliar pada tahun sebelumnya.

Perbaikan tersebut turut mengangkat laba bersih perseroan menjadi Rp160 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp6 miliar pada 2024. Capaian tersebut didorong pertumbuhan bisnis Guardian melalui peningkatan jumlah pelanggan, penguatan strategi omnichannel, dan kenaikan penjualan daring, serta meningkatnya profitabilitas IKEA berkat efisiensi biaya dan perbaikan operasional.

Meski demikian, perseroan belum mengubah kebijakan dividennya. Berdasarkan data historis, HERO terakhir kali membagikan dividen kepada pemegang saham pada 1997.

Menanggapi hal tersebut, Head of Finance Guardian Indonesia, Melia Asmita Natawidjaja mengatakan perusahaan masih memprioritaskan penguatan kondisi keuangan sebelum mempertimbangkan pembagian dividen.

"Memang dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian, baik di dalam negeri maupun global, perusahaan melihat masih perlu memperkuat fundamental dan kondisi keuangan terlebih dahulu," ujar Melia dalam sesi tanya jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah perseroan memaparkan keberhasilan transformasi bisnis sepanjang 2025. Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba, HERO juga memperlihatkan perbaikan profitabilitas di seluruh lini usaha.

Guardian terus menjadi kontributor utama melalui peningkatan transaksi pelanggan, perluasan layanan omnichannel, serta pertumbuhan penjualan digital. Di sisi lain, IKEA berhasil menekan kerugian melalui efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta peningkatan produktivitas bisnis.

Momentum tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,4 triliun atau naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba kotor meningkat menjadi Rp614 miliar, sedangkan laba dari operasi berkelanjutan melonjak menjadi Rp52 miliar dari Rp11 miliar pada kuartal I-2025.

Adapun laba bersih pada tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp87 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Melia mengatakan peningkatan kinerja tersebut menunjukkan strategi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil positif. Menurut dia, pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta biaya pendanaan yang lebih rendah menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan profitabilitas.

Selain laba yang terus membaik, posisi keuangan perseroan juga dinilai semakin solid. Total ekuitas DFI Nusantara hingga akhir kuartal I-2026 mencapai sekitar Rp1,75 triliun.

Senada dengan itu, Presiden Direktur PT DFI Retail Nusantara Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengatakan fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan fondasi bisnis semakin kuat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

"Untuk saat ini fokus kami masih pada penguatan perusahaan. Mudah-mudahan ke depan kondisinya semakin baik sehingga berbagai opsi, termasuk terkait dividen, dapat dipertimbangkan," kata Hadrianus.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa peningkatan laba belum serta-merta diikuti dengan pembagian dividen. Perseroan masih mengedepankan penguatan struktur keuangan dan keberlanjutan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi sebelum mengambil keputusan terkait distribusi laba kepada pemegang saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait