Makro 11 May 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Perbesar Peluang Ekspor, RI-Rusia Percepat FTA Eurasia

Indonesia memperkuat kerja sama industri dan perdagangan dengan Rusia serta blok Eurasia melalui percepatan implementasi I-EAEU FTA.

Indonesia dan Rusia mempercepat kerja sama industri strategis serta implementasi I-EAEU FTA untuk memperluas perdagangan dan investasi.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, saat menghadiri pertemuan dengan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev. Foto: dok Kemenperin.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, saat menghadiri pertemuan dengan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev. Foto: dok Kemenperin.

KABARBURSA.COM – Pemerintah mulai memperkuat arah kerja sama industri dan perdagangan Indonesia ke Rusia dan blok Eurasia di tengah perubahan peta ekonomi global.

Langkah tersebut terlihat dari percepatan pembahasan kerja sama industri strategis hingga implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg.

Kementerian Perindustrian menyebut hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia selama ini terus berkembang dan mendorong peningkatan kolaborasi di sektor industri, perdagangan, serta investasi.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026 di Moskow yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.

Pemerintah menilai hubungan bilateral Indonesia dan Rusia menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai USD4,04 miliar dengan pertumbuhan yang terus berlanjut sejak 2020.

Selain perdagangan, realisasi investasi Rusia di Indonesia juga disebut terus berkembang meski pemerintah menilai peluang peningkatan kerja sama masih terbuka lebar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus pengembangan kerja sama, mulai dari industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, hingga pengembangan teknologi industri.

Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya mempercepat implementasi berbagai potensi kerja sama agar tidak berhenti di level pembahasan.

Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country dalam INNOPROM 2026 Rusia disebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat realisasi kerja sama industri dan investasi kedua negara.

Selain itu, kedua pihak juga menyepakati percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). Perjanjian tersebut ditargetkan mulai berlaku pada tahun depan dan diharapkan menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan volume perdagangan.

Pemerintah juga tengah mendorong finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation yang akan menjadi payung hukum kerja sama industri Indonesia dan Rusia secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut ditargetkan berlangsung bersamaan dengan momentum INNOPROM 2026.

Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga memandang forum multilateral BRICS sebagai ruang strategis untuk memperkuat transformasi industri dan pengembangan sumber daya manusia.

“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” pungkas Faisol.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait