Makro 07 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Syahrianto

Perkuat Hilirisasi Bauksit Nasional, MIND ID Bangun SGAR Fase II di Menpawah

Proyek strategis nasional senilai USD1,6 miliar ini menambah kapasitas produksi alumina 1 juta metrik ton per tahun untuk mengurangi ketergantungan impor.

MIND ID memulai pembangunan SGAR Fase II di Mempawah dengan investasi USD1,6 miliar untuk memperkuat hilirisasi bauksit dan kemandirian industri aluminium.

MIND ID memulai pembangunan SGAR Fase II di Mempawah dengan investasi USD1,6 miliar untuk memperkuat hilirisasi bauksit dan kemandirian industri aluminium. Foto: Tangkapan layar YouTube Danantara Indonesia
MIND ID memulai pembangunan SGAR Fase II di Mempawah dengan investasi USD1,6 miliar untuk memperkuat hilirisasi bauksit dan kemandirian industri aluminium. Foto: Tangkapan layar YouTube Danantara Indonesia

KABARBURSA.COM - Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID resmi memulai pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II di Mempawah, Kalimantan Barat.
Proyek strategis nasional atau PSN ini ditandai dengan seremoni groundbreaking yang digelar di Mempawah, Jumat, 6 Februari 2026, sebagai bagian dari percepatan hilirisasi bauksit dan penguatan ekosistem industri aluminium dalam negeri.

Pembangunan SGAR Fase II menyerap investasi sekitar USD1,6 miliar dan akan menambah kapasitas produksi alumina sebesar 1 juta metrik ton per tahun. Dengan tambahan fasilitas tersebut, total kapasitas produksi alumina PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) meningkat menjadi 2 juta metrik ton per tahun.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, pembangunan SGAR Fase II menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan industri aluminium nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku strategis.

“Dengan hadirnya SGAR Fase II, kapasitas produksi alumina dalam negeri akan semakin kuat. Ini menjadi fondasi penting untuk membangun kemandirian industri aluminium nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Maroef melalui siaran persnya, Jumat, 6 Februari 2026.

Proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap hilirisasi aluminium terintegrasi yang dikembangkan MIND ID, mencakup rantai pasok dari bauksit, alumina, hingga aluminium. Penguatan kapasitas produksi di segmen menengah (midstream) ditargetkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi mineral hingga lebih dari 70 kali lipat.

Maroef menjelaskan, hilirisasi bauksit memberikan lonjakan nilai ekonomi yang signifikan. Harga bauksit mentah berada di kisaran USD40 per metrik ton, meningkat menjadi sekitar USD400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan melonjak hingga USD2.800-3.000 per metrik ton saat diproses menjadi aluminium.

“Proyek ini merupakan kontribusi nyata Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi nasional, serta menjaga kedaulatan negara di sektor mineral demi peradaban masa depan Indonesia,” katanya.

Selain pembangunan SGAR Fase II, kawasan industri terintegrasi di Mempawah juga mencakup rencana pembangunan smelter aluminium baru dengan kapasitas produksi 600.000 metrik ton aluminium per tahun. Kehadiran dua fasilitas strategis tersebut diproyeksikan mampu menekan impor aluminium secara signifikan sekaligus meningkatkan cadangan devisa nasional.

Maroef menambahkan, ketika smelter aluminium baru beroperasi penuh, cadangan devisa negara diperkirakan meningkat hingga 394 persen, dari sekitar Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di sisi lain, industri manufaktur nasional akan memperoleh kepastian pasokan aluminium yang stabil dan berkelanjutan.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan hilirisasi industri merupakan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan fokus utama Danantara dalam mendorong transformasi ekonomi.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, hilirisasi akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Rosan.

Ia menambahkan, kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis menjadi kunci keberhasilan proyek hilirisasi agar dapat direalisasikan secara disiplin, tepat waktu, dan memberikan dampak ekonomi yang optimal. (ADI SUBCHAN)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait