Makro 02 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Pernyataan Donald Trump Bikin Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.002

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Trump menyatakan AS akan terus menyerang Iran, termasuk target energi dan minyak selama beberapa minggu ke depan

Mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 19 poin ke level Rp17.002 pada perdagangan Kamis, 2 April 2026.

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 19 poin ke level Rp17.002 pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Pelemahan imbas dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Trump menyatakan AS akan terus menyerang Iran, termasuk target energi dan minyak selama beberapa minggu ke depan .

"Dan tidak memberikan komitmen pada jangka waktu spesifik untuk mengakhiri perang," ujar dia dalam keterangannya.

Pernyataan Trump tersebut bertolak belakang dengan apa yang dikatakan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, ia membeberkan jika AS dapat meninggalkan Iran dalam jangka waktu yang sama, bahkan tanpa perjanjian formal.

Menurut Ibrahim, sentimen pelemahan rupiah juga datang dari serangkaian data ekonomi akan dirilis akhir pekan ini, termasuk klaim pengangguran awal mingguan AS yang akan dirilis malam ini.

"Dilanjutkan dengan Data Ketenagakerjaan Non-Pertanian (NFP) yang akan dirilis besok hari Jumat, 3 April 2026," katanya.


Dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan katalis nilai tukar rupiah hari ini imbas dari perkiraan pemerintah terhadap defisit APBN yang melebar dari target seiring dengan pembengkakan belanja subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu perang Timur Tengah.

"Setiap kenaikan harga minyak USD1 per barel akan menambah Rp6 triliun terhadap defisit, yang sebelumnya ditargetkan Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB. Kendati yakin tetap berada di bawah batas 3 persen," jelasnya

Ibrahim membeberkan, defisit APBN bisa melebar ke 2,9 persen terhadap PDB. Khususnya, kata dia, apabila harga minyak berada di level US$100 secara konsisten sepanjang tahun. Namun, pemerintah masih memiliki ruang fiskal.

"Salah satu alasannya karena harga minyak dunia pun masih berfluktuasi. Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB salah satunya dengan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) di level USD70 per barel," pungkasnya.

Adapun untuk perdagangan Senin pekan depan, 6 April 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.000- Rp17.040. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait