Makro 29 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Petrosea (PTRO) Dapat Fasilitas Pinjaman Bank Mandiri Sebesar Rp2,5 Triliun

Fasilitas peminjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung belanja modal dan penguatan modal kerja

PT Petrosea Tbk (PTRO) mendapat fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp2,5 triliun.

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Petrosea Tbk (PTRO) mendapat fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp2,5 triliun. Peminjaman berlaku selamat 8 tahun sejak penandatanganan perjanjian fasilitas. 

Corporate Secretary Petrosea, Anto Broto mengatakan fasilitas peminjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung belanja modal dan penguatan modal kerja. 

"Dalam rangka pengembangan usaha di lini bisnis engineering, procurement, and construction (EPC)," ujar dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. 

Selain itu, Anto menyampaikan jika pinjaman tersebut juga akan digunakan Petrosea untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dari Perseroan. 

"Fasilitas-fasiltas ini memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha Perseroan," ungkapnya. 

Lebih lanjut Anto membeberkan aktivitas transaksi tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan. 

Petrosea (PTRO) Akusisi Saham Grup HBS, Nilainya USD25,76 Juta

Sebelumnya, Petrosea juga telah mengumumkan penandatanganan Conditional Share Sale and Purchase Agreement sehubungan dengan pembelian seluruh saham HBS (PNG) Limited & anak usahanya (Grup HBS) senilai USD25,76 juta pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Manajemen perusahaan menyampaikan, perjanjian ini akan berlaku efektif apabila seluruh persyaratan dalam perjanjian bersyarat telah terpenuhi secara komprehensif.

Perlu diketahui, Grup HBS adalah pemain kunci di bidang penyediaan layanan jasa pertambangan & konstruksi dan solusi alat berat termasuk distribusi peralatan, mesin dan suku cadang serta properti yang berlokasi di Papua New Guinea sejak tahun 2006. 

Grup HBS telah lama memiliki hubungan kemitraan yang kuat dan menjalin kerja sama dengan berbagai pemain kunci di sektor pertambangan, terutama di mineral emas. Saat ini, Grup HBS melayani beberapa proyek pertambangan emas besar di Papua New Guinea.

Presiden Direktur Petrosea, Michael menyatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha Perusahaan ke luar negeri dan diversifikasi ke sektor mineral emas. 

"Akuisisi ini diharapkan akan memperkuat kinerja dan kedudukan Perusahaan, serta menciptakan sinergi operasional antara Indonesia dan Papua New Guinea," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 1 Agustus 2025.

Penggabungan kapabilitas dan kemitraan akan memberikan manfaat secara langsung, Grup HBS akan dapat memperluas cakupan pelayanan untuk proyek saat ini dan potensi proyek-proyek baru yang lebih beragam dan besar di masa depan. 

Dengan ini, Grup HBS akan mampu menawarkan solusi yang lebih komprehensif untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri.

Ke depannya, Petrosea melalui Grup HBS akan memperluas cakupan layanan jasa pertambangan dan konstruksi terpadu serta berbagai layanan lainnya di sektor pertambangan di luar Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait