KABARBURSA.COM -- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM memproyeksikan mega proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor utara Pulau Jawa.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini disiapkan menjadi fondasi kokoh untuk memperkuat konektivitas energi sekaligus menjamin pasokan gas yang murah bagi industri dan masyarakat.
Melalui infrastruktur sepanjang kurang lebih 300 kilometer tersebut, potensi gas yang melimpah dari lapangan-lapangan di Jawa Timur bakal dialirkan secara masif dan efisien guna menghidupkan kawasan industri baru di Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, menegaskan bahwa integrasi pipa Cisem merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan utilisasi gas domestik.
Akses energi yang terhubung langsung ini diyakini bakal mengakhiri kendala pasokan yang selama ini dialami para pelaku industri.
Agung menilai Pipa Cisem adalah kunci untuk membuka potensi ekonomi yang selama ini terkendala akses energi. Dengan menghubungkan sumber gas di Jawa Timur ke pusat industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat, ia menyatakan Indonesia sedang membangun fondasi kemandirian.
"Ini adalah upaya Pemerintah untuk mendorong utilisasi gas domestik agar lebih optimal, sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan pada energi impor yang mahal,” ujar dia dalam Focus Group Discussion (FGD) dikutip Jumat, 15 Mei 2026.
Agung menambahkan, interkoneksi pipa ini otomatis memangkas biaya pengangkutan menjadi lebih kompetitif.
Efek dominonya, kata dia, harga gas di tingkat konsumen akhir, baik untuk sektor manufaktur maupun rumah tangga lewat program Jaringan Gas (Jargas), akan jauh lebih terjangkau.
Sejalan dengan itu, PT PGN Tbk selaku subholding gas pelat merah menyatakan kesiapannya untuk menyambut aliran gas dari pipa transmisi Cisem. PGN tengah tancap gas mensinkronkan seluruh infrastruktur distribusi dan fasilitas pendukung di hilir.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk, Hery Murahmanta, memastikan bahwa kesiapan pipa distribusi sangat krusial agar penyerapan gas bumi oleh pasar baru bisa berjalan maksimal tanpa hambatan teknis.
“Kami di PGN mendukung penuh langkah Pemerintah. Kami sedang mensinergikan pembangunan infrastruktur distribusi dan fasilitas pendukung agar gas bisa langsung terserap maksimal oleh pelanggan industri, komersial, maupun rumah tangga melalui program Jargas. Fokus kami adalah memastikan demand baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat mendapatkan akses gas yang andal dan berkelanjutan,” jelas Hery.
Pemerintah berharap forum strategis pasca-beroperasinya Cisem ini mampu menelurkan rekomendasi regulasi yang konkret, terutama dalam tata kelola hilirisasi gas nasional.
Sinergi antara regulator dan badan usaha dinilai menjadi harga mati untuk menciptakan ekosistem gas bumi yang efisien dan berdaya saing tinggi.
“Kami percaya bahwa sinergi antara Pemerintah, badan usaha, asosiasi, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor utama dalam mewujudkan sistem gas bumi nasional yang terintegrasi, efisien, berdaya saing, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agung.
Selain menjadi stimulus bagi ekspansi kawasan industri, kehadiran jalur pipa Cisem juga mengusung misi hijau. Konversi ke gas bumi ini ditargetkan mampu menekan emisi karbon secara signifikan, sekaligus mempercepat realisasi kedaulatan energi di tanah air. (*)