Makro 31 Mar 2026 Penulis: Adi Subchan Editor: Syahrianto

Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Kerja Sama dengan Danantara

Prabowo dorong investasi Jepang lewat Danantara, Bahlil buka opsi pembelian gas Masela untuk perkuat energi nasional.

Prabowo ajak investor Jepang masuk lewat Danantara, Bahlil dorong pembelian gas Masela guna memperkuat hilirisasi dan energi nasional.

Prabowo ajak investor Jepang masuk lewat Danantara, Bahlil dorong pembelian gas Masela guna memperkuat hilirisasi dan energi nasional. Foto: Dok. Instagram Presiden Republik Indonesia
Prabowo ajak investor Jepang masuk lewat Danantara, Bahlil dorong pembelian gas Masela guna memperkuat hilirisasi dan energi nasional. Foto: Dok. Instagram Presiden Republik Indonesia

Daftar Isi

  1. 01 Danantara Berpotensi Beli Gas Masela Melalui PGAS

KABARBURSA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengajak pengusaha Jepang memperkuat investasi di Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin, 30 Maret 2026.

Prabowo mendorong kemitraan investasi melalui lembaga pengelola aset, Danantara. Menurut dia, kehadiran Danantara menjamin kepastian bagi investor global.

“Ini memberikan rasa aman dan menunjukkan keseriusan melindungi investor,” ujar Prabowo.

Ia menilai reputasi Indonesia dalam menjaga kepercayaan investor sudah terbangun lama. Rekam jejak tersebut ditopang konsistensi memenuhi kewajiban keuangan negara. “Reputasi ini telah terbangun selama beberapa dekade,” kata Prabowo.

Ia menegaskan Indonesia tidak pernah gagal membayar utang. Prabowo menjelaskan, Danantara mengelola aset strategis negara secara terintegrasi. Pengelolaan terpusat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Ia menyebut kinerja awal Danantara menunjukkan hasil positif. Beberapa aset bahkan mencatat peningkatan pengembalian signifikan. “Ada yang mencapai hampir 300 persen dalam pengembalian aset,” ujarnya.

Capaian itu dinilai mencerminkan efektivitas pengelolaan. Prabowo berharap penguatan Danantara menarik minat investor asing. Ia menilai Indonesia memiliki prospek investasi yang kompetitif di kawasan.

Danantara Berpotensi Beli Gas Masela Melalui PGAS

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya membuka opsi pembelian gas Blok Masela oleh Danantara. Pembelian tersebut dapat dilakukan melalui Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS.

Menurut Bahlil, langkah ini diperlukan jika pasar ekspor belum terbentuk. Ia menilai skema tersebut dapat memperkuat hilirisasi gas dalam negeri. “Saya minta jika pasar luar belum jelas, dibeli oleh Danantara melalui PGN,” ujar Bahlil di Tokyo, Senin, 30 Maret 2026.

Saat ini, Blok Masela dikelola oleh Inpex Corporation (Jepang) sebagai operator utama. Perusahaan tersebut memegang hak partisipasi sebesar 65 persen.

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi memiliki 20 persen saham. Sisanya dimiliki Petronas sebesar 15 persen.

Bahlil menyebut produksi Masela akan memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia juga berpeluang menjadi pemain utama gas global.

Ia mengungkapkan proyek ini telah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Keputusan pengembangan akhirnya dipercepat melalui arahan pemerintah.

“Total investasi proyek mencapai sekitar USD20,9 miliar,” kata Bahlil. Nilai tersebut termasuk tambahan teknologi penangkapan karbon.

Selain migas, pemerintah juga mendorong percepatan energi terbarukan. Langkah ini dilakukan di tengah ketidakpastian geopolitik global. “Kita dorong semua potensi energi, dari panas bumi hingga angin,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya efisiensi teknologi dalam pengembangan energi.

Sebelumnya, Prabowo dan CEO Takayuki Ueda menyampaikan strategi pasar LNG Masela. Produksi tidak hanya untuk kebutuhan domestik “Permintaan LNG datang dari Indonesia dan pasar Asia,” ujar Ueda.

Ia menyebut Jepang menjadi salah satu tujuan utama ekspor. Selain Jepang, permintaan juga berasal dari China, Korea, dan Taiwan. Kebutuhan energi kawasan dinilai terus meningkat.

PGAS telah menandatangani kesepakatan awal dengan Inpex Masela. Dokumen tersebut berupa Heads of Agreement penjualan LNG.

Direktur Utama PGAS, Arief S. Handoko, menyambut kerja sama tersebut. Ia menilai pasokan Masela penting bagi kebutuhan domestik. “LNG Masela akan melengkapi pasokan gas nasional,” kata Arief.

Ia menegaskan komitmen PGAS menjaga ketersediaan energi. Menurut Arief, proyek ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting dalam transisi energi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
AD
Jurnalis Utama

Adi Subchan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait