Makro 24 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Prabowo: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia, Tanggul Raksasa Hadapi Perubahan Iklim

Data Bulog menunjukkan, hingga Mei lalu cadangan beras Indonesia mencapai 3,7 juta ton — angka tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan tampil sebagai lumbung pangan dunia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Daftar Isi

  1. 01 Tanggul Raksasa Pantura

KABARBURSA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan tampil sebagai lumbung pangan dunia. Keyakinan itu ia sampaikan di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, Selasa malam, 24 September 2025, seraya menyinggung capaian produksi dan cadangan beras nasional.

Data Bulog menunjukkan, hingga Mei lalu cadangan beras Indonesia mencapai 3,7 juta ton — angka tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri. “Tahun ini, Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah. Kita tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras ke negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. Dengan capaian ini, saya percaya dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Prabowo.

Untuk mencapai ambisi tersebut, ia menekankan pentingnya membangun rantai pasok pangan yang kokoh. Pemerintah, kata Prabowo, akan meningkatkan produktivitas petani sekaligus berinvestasi dalam pertanian berbasis teknologi cerdas. Langkah itu ditempuh untuk menjawab tantangan global yang kian kompleks, terutama menyangkut ketahanan pangan.

“Populasi dunia terus bertambah, planet kita berada dalam tekanan, dan ancaman terhadap pangan, energi, serta air semakin nyata. Indonesia memilih menjawab tantangan ini dengan kerja nyata, bukan retorika,” tegasnya.

Tanggul Raksasa Pantura

Di luar isu pangan, Prabowo juga menyinggung ancaman perubahan iklim. Menurutnya, dampak krisis iklim kian terasa, salah satunya melalui kenaikan permukaan air laut.

“Setiap tahun, permukaan air laut di pesisir utara Jakarta naik sekitar lima sentimeter. Bayangkan sepuluh atau dua puluh tahun mendatang,” ujarnya.

Untuk menahan ancaman tersebut, pemerintah merancang pembangunan tanggul raksasa sepanjang 480 kilometer di Pantura. Proyek ambisius itu diperkirakan memakan waktu dua dekade.

“Kami tidak punya pilihan lain. Pekerjaan ini harus dimulai sekarang. Indonesia memilih menghadapi perubahan iklim bukan dengan slogan, tetapi dengan langkah konkret. Kami berkomitmen memenuhi kewajiban dalam Kesepakatan Paris 2015,” tandasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait