Makro 22 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Prediksi Harga Emas dan Logam Mulia pada Pekan Depan

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan harga emas tersebut juga diikuti oleh menyusutnya harga logam mulia

Harga logam mulia diprediksi akan berbalik menguat pada perdagangan pekan depan.

Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga logam mulia diprediksi akan berbalik menguat pada perdagangan pekan depan. Diketahui pada Sabtu, 21 Maret 2026 harga emas ditutup  ditutup koreksi ke level USD4.497,37 per troy ons.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan harga emas tersebut juga diikuti  oleh menyusutnya harga logam mulia yang sebesar Rp2.893.000 per gram.

Ibrabim memandang tekanan terhadap emas maupun logam mulia masih berlanjut pada awal pekan depan. Level support pertama harga emas diperkirakan berada di harga USD4.423,06 per troy ins.

"Sementara logam mulia itu di level Rp2.840.000 per gram," ujar dia dalam keterangannya pada Minggu, 22 Maret 2026.

Jika tekanan berlanjut, Ibrahim membeberkan support harga emas berikutnya diproyeksikan berada di kisaran USD4.319 per troy ons. Sedangkan logam mulia bisa menyentuh Rp2.800.000 per gram.

Namun, Ibrahim memandang peluang rebound masih terbuka. Jika harga emas menguat, resistance pertama berada di USD4.559,86 per troy ons, dengan proyeksi harga logam mulia naik ke Rp2.920.000 per gram.

Apabila menguat kembali dalam satu pekan,  resistance kedua harga emas dunia berada di USD4.681,50 per troy ons yang dapat mendorong harga logam mulia mendekati Rp2.980.000 per gram.

"Jadi ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia akan di bawah Rp3 juta  itu di Rp2.980.000 rupiah per gram," kata dia.

Meski tengah koreksi, Ibrahim menilai pelemahan emas saat ini masih bersifat sementara dan bukan perubahan tren jangka panjang. Emas tetap dipandang sebagai aset lindung, hanya saja kini tengah mengalami tekanan akibat dinamika global.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait