KABARBURSA.COM – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), perusahaan sektor kesehatan (healthcare) yang bergerak di bidang alat kesehatan dan perangkat diagnostik medis, resmi memulai proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Berdasarkan prospektus awal perseroan, masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 18 Juni hingga 23 Juni 2026. Dalam periode tersebut, saham PRDL ditawarkan pada kisaran harga Rp100 hingga Rp120 per lembar.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Prodia Diagnostic Line merupakan perusahaan yang telah beroperasi sejak 2010 dan menjalankan kegiatan usaha utama di bidang manufaktur serta distribusi alat kesehatan untuk kebutuhan diagnosis medis. Perseroan juga bergerak dalam industri alat ukur dan alat uji elektronik, perdagangan alat laboratorium dan alat kesehatan, serta jasa pengujian dan kalibrasi alat kesehatan.
Selain itu, perusahaan menjalankan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain laboratorium kalibrasi, jasa pemeliharaan alat, serta pembuatan instrumen analitis, timbangan, neraca, dan inkubator laboratorium.
Produk yang dihasilkan perseroan terbagi ke dalam empat kategori utama, yakni kimia klinik, hematologi, imunologi, dan biomolekular, dengan sekitar 1.083 stock keeping unit (SKU) aktif.
Hingga saat ini, Prodia Diagnostic Line telah menjangkau 370 dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang tersebar di 38 provinsi. Perseroan melayani sekitar 7.611 pengguna akhir yang berasal dari sektor pemerintah maupun swasta.
Kantor operasional perseroan berlokasi di Kawasan Industri Jababeka III, Jalan Tekno Boulevard Blok A3 Unit 3A-5-6, Cikarang, Jawa Barat.
Dalam proses IPO ini, AZ-Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek sekaligus partisipan administrasi.(*)