Makro 07 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Produk Bagus Saja Tak Cukup, ini Syarat UMKM Bisa Tembus Pasar Global

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti mengatakan pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang baik

Produk berkualitas saja tidak cukup. Wamendag Dyah Roro Esti mengungkap syarat utama agar UMKM Indonesia mampu menembus pasar global,

Ilustrasi UMKM (Foto: Bank Mandiri)
Ilustrasi UMKM (Foto: Bank Mandiri)

KABARBURSA.COM - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai harus memiliki strategi yang lebih komprehensif agar bisa bersaing di kompetisi domestik maupun internasional.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti mengatakan pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang baik.

"UMKM juga perlu memahami pasar, menjaga kualitas, memenuhi standar, membangun merek, memanfaatkan teknologi, serta mampu membangun kepercayaan dengan calon buyer, baik di dalam dan  luar negeri,” ujar Roro dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.

Berbagai kapasitas tersebut sangat dibutuhkan, mengingat saat ini sektor perdagangan tengah mengalami perubahan sangat cepat yang dipengaruhi perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan, platform digital, ekonomi hijau, dan preferensi konsumen yang semakin dinamis; serta perkembangan rantai pasok global.

Roro menekankan optimisme pada kolaborasi antara pemerintah, asosiasi pelaku usaha, dan UMKM dalam memajukan ekonomi Indonesia. Menurut dia, penting untuk saling terbuka dalam berdiskusi dan bertukar pikiran antar berbagai pihak tersebut agar mampu mendorong produktivitas UMKM dan membantu meningkatkan ekspor nasional.

“Sebagian UMKM masih memandang ekspor sebagai proses yang rumit dan hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Namun sebenarnya, dengan pendampingan yang tepat, teknologi yang sesuai, serta akses pasar yang terarah, UMKM dapat memulai perjalanan ekspor bertahap, dengan langkah awal menjadi bagian dari rantai pasok yang berorientasi ekspor,” ujarnya.

Roro melanjutkan, pihaknya memiliki tiga pilar program utama dalam menjawab tantangan perdagangan. Pertama, pengamanan pasar dalam negeri yang berfokus pada penguatan fondasi pasar domestik, tempat UMKM akan tumbuh membangun skala usaha, produk, dan daya saing.

Kedua, perluasan pasar ekspor, yang mendorong diversifikasi pasar, promosi dagang, business matching, pemanfaatan perjanjian dagang, serta penguatan informasi pasar agar makin banyak produk Indonesia mampu diterima di pasar internasional.

Ketiga, dari lokal untuk global, yang menjadi pilar semangat memastikan produk Indonesia tidak hanya tumbuh dan dicintai di dalam negeri, tapi juga mampu tampil, bersaing, dan dipercaya di pasar dunia.

“Meskipun tantangan yang dihadapi sektor perdagangan saat ini sangat dinamis, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan perdagangan yang positif," pungkasnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait