Makro 03 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Produk Rempah dan Bumbu Indonesia Bidik Pasar Belanda

Business matching ini dilakukan untuk menangkap potensi permintaan yang menjanjikan bagi produk rempah dan bumbu Indonesia di pasar Belanda.

Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI DenHaag memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) daring

Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.
Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.

KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI DenHaag memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) daring yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir asal Belanda.

Business matching ini dilakukan untuk menangkap potensi permintaan yang menjanjikan bagi produk rempah dan bumbu Indonesia di pasar Belanda.

Atdag RI Den Haag Annisa Hapsari, menyampaikan, fasilitasi ini merupakan upaya untuk terus memperkuat penetrasi komoditas produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa.

“Fasilitasi ini upaya nyata memperkuat posisi rempah dan bumbu Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi," ujar dia dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.

Meskipun pasar Belanda cenderung berhati-hati dalam memilih pemasok,  kata Annisa, mereka berpotensi menjadi mitra jangka panjang apabila hubungan bisnis terbangun secara konsisten dan profesional.

Annisa menjelaskan, minat terhadap produk rempah dan bumbu asal Indonesia kian menguat seiring berkembangnya tren produk etnik di Eropa. Saat ini, aspek keberlanjutan, etika, dan higienitas menjadi prioritas utama konsumen Eropa.

“Kami optimistis kepemilikan sertifikasi global akan menjadi nilai tawar krusial bagi rempah dan bumbu Indonesia untuk menembus industri makanan global, termasuk Eropa, yang kini semakin selektif dan kompetitif,” ungkap dia.

Untuk semakin memperkuat kepercayaan pasar, Annisa juga mendorong para eksportir untuk dapat memanfaatkan program S’RASA, atau Rasa Rempah Indonesia. Program ini dirancang untuk mempromosikan berbagai kuliner khas Indonesia dengan bumbu khas Nusantara.

“Untuk diterima konsumen Eropa yang sangat memperhatikan asal-usul produk, penguatan penjenamaan (branding) melalui payung identitas nasional menjadi sangat penting,” ujarnya.

Apapun, dalam acara ini Kemendag mempertemukan eksportir Indonesia, PT Sumber Inti Pangan, dengan importir asal Belanda yakni InterAromat BV.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait