Makro 07 Jun 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Tim Editorial

Promosikan Surat Utang Indonesia, Purbaya akan Keliling China-Eropa

Kunjungan Purbaya ke luar negeri dalam rangka bertemu investor global untuk mempromosikan surat utang Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menemui investor di China dan Eropa untuk mempromosikan Panda Bond dan Euro Bond

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)

KABARBURSA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan bertolak ke China hingga Inggris pertengahan bulan ini.

Kunjungan Purbaya ke luar negeri dalam rangka bertemu investor global untuk mempromosikan surat utang Indonesia.

Kunjungan ke China dijadwalkan berlangsung 16 Juni mendatang, tujuannya memperkenalkan Panda Bond atau obligasi yang menggunakan mata uang yuan.

"Minggu depan saya akan ke China tanggal 16 untuk promosi Panda Bond, jadi diversifikasi ya," ujar Purbaya dalam APBN KiTA, Jumat 5 Juni 2026.

Selanjutnya Purbaya berencana melakukan rapat dengan investor asing di Inggris dan wilayah Eropa. Agendanya untuk meyakinkan investor bahwa kondisi dan kebijakan ekonomi Indonesia berjalan baik.

"Terus juga ke Inggris habis itu untuk Euro Bond, meeting dengan investor Eropa untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan yang baik, dan ekonomi berjalan dengan baik," kata Purbaya.

Ia melanjutkan, kunjungan ke beberapa wilayah ini merupakan strategi pemerintah dalam diverifikasi sumber pembiayaan negara lewat penerbitan obligasi.

"Strategi khusus sih enggak. Tapi kalau kita lihat kan yield bond kita relatif stabil selama kita bisa meyakinkan bahwa ekonomi kita arahnya ke depan seperti apa, tentunya membaik ya. Tapi yang jelas strateginya diversifikasi," ungkap Purbaya.

Langkah Purbaya tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pembiayaan APBN, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar obligasi berbasis dolar Amerika Serikat.

Panda Bond yang ditargetkan Menkeu terealisasi pada Juni 2026, merupakan surat utang berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China.

Instrumen ini berbeda dengan Dim Sum Bond yang juga menggunakan mata uang yuan, tetapi diterbitkan di luar daratan China, umumnya melalui pasar keuangan Hong Kong.

Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu menerbitkan Dim Sum Bond dengan nilai total 6 miliar yuan pada Oktober 2025.

Panda Bond menawarkan imbal hasil yang diperkirakan berada di kisaran 2,3 persen hingga 2,5 persen. Sementara Dim Sum Bond sebelumnya diterbitkan dengan yield sekitar 2,5 persen hingga 2,9 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait