Makro 11 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Proposal Iran Ditolak Trump, Rupiah Loyo ke Rp17.414

Negosiasi damai AS-Iran kembali memanas saat Trump menolak proposal Teheran, sementara pasar juga mencermati inflasi AS dan tekanan cadangan devisa Indonesia.

Rupiah melemah ke Rp17.414 per dolar AS dipicu memanasnya tensi AS-Iran, tekanan cadangan devisa, dan kekhawatiran capital outflow.

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 32 poin ke level Rp17.414 pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Pemelahan ini terjadi imbas meningkatnya kondisi geopolitik.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Presiden AS, Donald Trump menganggap proposal perdamaian AS kepada Iran "sama sekali tidak dapat diterima". Menurutnya, hal ini bisa meningkatkan risiko geopolitik.

"Pada hari Minggu, Trump menolak proposal balasan terbaru Teheran terhadap kerangka perdamaian Washington, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran 'sama sekali tidak dapat diterima'. Komentar tersebut meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk," ujar dia dalam keterangannya.

Proposal asli AS dilaporkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.


Ibrahim menyebut tanggapan Iran yang disampaikan melalui mediator Pakistan, dilaporkan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.

Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan akhir pekan ini. Ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. 
"Pertemuan puncak tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran," jelas Ibrahim.

Minggu ini, kata Ibrahim, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi AS bulan April 2026, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI).

"Bersamaan dengan itu, data Penjualan Ritel dan pidato para pejabat Federal Reserve juga akan menjadi perhatian pasar," tuturnya.

Sementara untuk perdagangan besok, Selasa, 12 Mei 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.410- Rp17.460.  

Di sisi lain BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini dipicu beberapa sentimen. Pertama,  meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap negosiasi damai AS–Iran dan tensi geopolitik Timur Tengah.

Selain itu, sentimen datang terkait menurunnya cadangan devisa Indonesia yang menurun selama empat bulan beruntun ke level terendah hampir dua tahun.

"Mencerminkan tekanan eksternal yang masih tinggi," tulis BRI Danareksa.

Adapun, tambah BRI Danareksa, risiko kenaikan harga energi global dan capital outflow masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait