Makro 06 Jun 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Syahrianto

Purbaya Soal Biaya Dinas Prabowo: Kalau Punya Duit, Nombok Boleh Saja

Menkeu Purbaya merespons polemik biaya perjalanan Presiden Prabowo dan menilai penggunaan dana pribadi bukan persoalan.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai Presiden Prabowo boleh menggunakan dana pribadi untuk menutupi biaya perjalanan dinas di luar anggaran negara.

Purbaya Yudhi Sadewa menilai Presiden Prabowo boleh menggunakan dana pribadi untuk menutupi biaya perjalanan dinas di luar anggaran negara. Foto: Dok. KabarBursa.
Purbaya Yudhi Sadewa menilai Presiden Prabowo boleh menggunakan dana pribadi untuk menutupi biaya perjalanan dinas di luar anggaran negara. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp88,15 triliun hingga akhir Mei 2026. Besar anggaran MBG tersebut, menjangkau 63,13 juta orang penerima yang disalurkan melalui 29.679 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi anggaran MBG meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hingga April 2026, anggaran MBG tercatat sebesar Rp75 triliun.

"Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima dan 29.670 SPPG,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kemenkeu, realisasi anggaran MBG hingga Mei 2026 meningkat sebesar 17,53 persen dibandingkan April 2026. Purbaya menyatakan, penerima manfaat program MBG masih didominasi oleh siswa sekolah.

Dari total 63,13 juta penerima, sebanyak 48,9 juta adalah siswa, sementara 14,3 juta sisanya berasal dari kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Seiring peningkatan realisasi anggaran MBG, pemerintah juga melakukan pemangkasan pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 sebesar Rp67 triliun. Dari yang sebelumnya Rp335 triliun, disesuaikan menjadi Rp268 triliun.

Langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang juga sempat mengaku akan fokus melakukan efisiensi meskipun anggaran MBG telah dipangkas. Hal tersebut untuk tata kelola program yang lebih efektif. Namun skema terkait efisiensi MBG tersrbut belum diungkapkan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait