Makro 22 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ramai Isu Kapal Dipenuhi Kru Asal India, PIS Tegaskan Dominasi WNI

PIS menegaskan 94 persen kru kapal adalah WNI, membantah isu dominasi pelaut asing di tengah sorotan rute global dan geopolitik.

PIS klarifikasi 94 persen kru kapal adalah pelaut Indonesia dan bantah isu dominasi kru asing di tengah operasi global dan sorotan Selat Hormuz.

Dokumentasi kru PT Pertamina International Shipping (PIS). Foto: PIS
Dokumentasi kru PT Pertamina International Shipping (PIS). Foto: PIS

KABARBURSA.COM - PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan klarifikasi mengenai komposisi tenaga kerja yang mengoperasikan armada kapalnya di isu geopolitik Timur Tengah.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menegaskan bahwa pelaut Indonesia tetap menjadi tulang punggung perusahaan dengan porsi mencapai 94 persen dari total kru. 

Penjelasan ini diberikan sebagai respons dari kabar yang beredar mengenai dominasi kru asing pada armada yang melayani rute global.

Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML), PIS menjalankan strategi angkutan maritim internasional untuk mendorong pendapatan dan devisa negara.

Dalam praktiknya, kapal-kapal PIS seperti Kapal Gamsunoro yang melayani pasar Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika, bekerja sama dengan pihak penyewa dan manajemen kapal sesuai regulasi internasional.

Meski beroperasi di kancah global, komitmen terhadap talenta dalam negeri diklaim tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa dominasi pelaut lokal merupakan bagian dari strategi penguatan daya saing Indonesia di industri maritim dunia.

Pihaknya mencatat keberadaan ribuan pelaut nasional yang tersebar di berbagai rute operasional perusahaan.

"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen," ujar Vega dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 22 April 2026.

Pertamina juga memaparkan data perusahaan yang menunjukkan jumlah ABK Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipekerjakan di atas kapal Pertamina Group, baik untuk rute domestik maupun internasional, berjumlah 4.090 orang.

Sementara itu, pelaut Warga Negara Asing (WNA) hanya berkisar 278 orang atau setara dengan 6 persen dari total keseluruhan kru. Angka ini menegaskan bahwa tenaga kerja lokal masih memegang peranan kunci dalam operasional logistik laut Pertamina.

PIS yang didirikan sejak 2016 kini bertransformasi menjadi induk subholding yang melayani jasa kelautan dan logistik untuk pihak ketiga serta pasar internasional.

Perusahaan menyatakan akan terus fokus pada pengembangan kompetensi pelaut nasional agar memiliki kapabilitas yang kompetitif saat bersaing di perairan internasional.

Klarifikasi ini sekaligus menanggapi postingan akun Instagram @andriumar yang sempat menyebutkan bahwa isi kapal Pertamina yang melewati Selat Hormuz secara keseluruhan awak asal India.

Berdasarkan pengecekan per hari ini, Rabu, 22 April 2026 unggahan asli di akun tersebut sudah dihapus dan tidak lagi ditemukan, namun unggahan ulang atau repost sudah terlanjur menyebar di akun-akun media sosial berbagai platform di luar instagram.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait