KABARBURSA.COM - Petang itu, Riska datang membawa dua bungkus es cincau. Ia menyodorkannya kepada KabarBursa dengan senyum kecil, lalu duduk di kursi sofa sederhana di depan kantor media ini di kawasan Mega Kuningan, Selasa, 25 Maret 2025. "Ini bikinan suami saya sendiri," katanya kepada KabarBursa.com.
Hari itu masih Ramadan dan ia ingin memberi kudapan untuk berbuka. Tapi lebih dari itu, ia membawa cerita getir tentang perjuangan keluarganya—tentang bagaimana dua rumah dan satu apartemen hilang di tengah ketidakjelasan status utang yang dalam catatan negara telah nihil, tapi tetap dipersoalkan oleh bank.
Bambang Heryono, suami Riska, kini berjualan es cincau tak jauh dari The Bellagio Mall, Mega Kuningan. Dahulu, ia adalah pendiri dan direktur PT Mitramed Farma Utama, perusahaan distribusi alat kesehatan. Pada 2014, Bambang mengajukan pinjaman modal kerja sebesar Rp16,2 miliar kepada PT Bank Multiartha Sentosa Tbk (MASB) atau biasa dikenal sebagai Bank MAS, dengan jaminan dua unit rumah dan satu apartemen.