Makro 25 Feb 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

RLCO Ekspansi ke Sektor Kesehatan, Garap Turunan Perikanan Lewat Marinova

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk mengambil langkah strategis dengan menapaki jalur diversifikasi. Perseroan membentuk entitas anak anyar bertajuk PT Marinova Protein Internasional

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk mengambil langkah strategis dengan menapaki jalur diversifikasi. Perseroan membentuk entitas anak anyar bertajuk PT Marinova Prot

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk mengambil langkah strategis dengan menapaki jalur diversifikasi. Perseroan membentuk entitas anak anyar bertajuk PT Marinova Protein Internasional, sebuah kendaraan usaha yang disiapkan untuk menggarap ceruk produk kesehatan berbasis derivatif perikanan, dengan penekanan pada optimalisasi biomaterial laut.

Agenda ekspansi tersebut diungkapkan manajemen berkode emiten RLCO dalam korespondensi resminya kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 24 Februari 2026. Korporasi yang selama ini dikenal sebagai produsen sarang burung walet itu menegaskan, pendirian entitas baru merupakan artikulasi strategi diversifikasi guna menjaga kesinambungan usaha tanpa mendistorsi operasional inti yang telah mapan.

Struktur entitas anak dirancang dengan presisi. Fokus pada bisnis eksisting dipertahankan, sementara horizon baru di sektor kesehatan dibuka lebar. Manajemen juga menekankan adanya diferensiasi tegas antara lini usaha anak perusahaan dan entitas terafiliasi, yakni PT Realfood Winta Asia.

Apabila Realfood Winta Asia menitikberatkan pengembangan produk bioaktif berbasis sarang burung walet, maka Marinova Protein Internasional diarahkan untuk mengeksplorasi produk kesehatan turunan perikanan. Orientasinya jelas: ekstraksi dan formulasi bahan baku laut untuk menopang kebutuhan nutrisi serta kesehatan masyarakat yang kian prospektif.

Distingsi pada sumber bahan baku dan trajektori inovasi produk menjadi fondasi pemisahan lini bisnis tersebut. Manajemen RLCO memaparkan bahwa kedua entitas beroperasi dalam lanskap pasar, konfigurasi rantai pasok, serta pendekatan riset dan pengembangan yang berlainan secara fundamental.

Dengan konstruksi demikian, emiten pemilik merek Realco itu meyakini strategi diversifikasi tidak akan menginterupsi kinerja operasional yang telah berjalan. Dari sisi permodalan, RLCO mengungkapkan setoran modal yang dikucurkan Realfood Winta Asia kepada Marinova Protein Internasional mencapai Rp999 juta.

Sumber pendanaan tersebut berasal dari kas operasional Realfood Winta Asia. Manajemen memastikan, pendirian serta pendanaan entitas anak anyar ini tidak menyentuh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO), meskipun sebagian dana IPO sebelumnya memang telah dialokasikan kepada Realfood Winta Asia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait