Makro 20 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Uslimin Usle

Rosan Ungkap Dampak Awal Perjanjian Dagang RI–AS: dari Pesawat hingga Impor Energi

Selain itu, terdapat kesepakatan impor gas dan minyak mentah dengan nilai sekitar 15 miliar dolar AS per tahun

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani memaparkan sejumlah tindak lanjut konkret dari penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani memaparkan sejumlah tindak lanjut konkret dari penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal. Foto: Tangkapan Layar
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani memaparkan sejumlah tindak lanjut konkret dari penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal. Foto: Tangkapan Layar

KABARBURSA.COM - Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani memaparkan sejumlah tindak lanjut konkret dari penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam konferensi pers daring, Jumat 20, Februari 2026. 

Ia menegaskan kesepakatan tersebut langsung membuka peluang kerja sama investasi lintas sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurut Rosan, salah satu rencana yang sedang dibahas adalah pembelian 50 pesawat dari Boeing. Ia menjelaskan komunikasi awal dengan perusahaan tersebut sudah dilakukan dan akan dilanjutkan dalam tahap negosiasi lanjutan.

Selain itu, terdapat kesepakatan impor gas dan minyak mentah dengan nilai sekitar 15 miliar dolar AS per tahun.

“Kami juga sudah memulai pembicaraan beberapa peluang investasi yang masih dalam pipeline, baik di sektor migas maupun sektor lainnya,” ujarnya.

Rosan menyebut implementasi kerja sama akan melibatkan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai kota strategis di AS. Konsulat Jenderal RI di Chicago akan menangani koordinasi sektor energi, sementara kantor di Houston fokus pada kegiatan minyak dan gas.

Adapun perwakilan di New York akan menggalang kerja sama perdagangan, keuangan, dan investasi.
Ia menilai kesiapan jaringan diplomatik tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan perjanjian dapat segera diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Rosan menegaskan perjanjian resiprokal ini tidak hanya bersifat perdagangan, tetapi juga menjadi platform penguatan investasi bilateral. Pemerintah, katanya, akan menindaklanjuti berbagai peluang yang muncul agar segera terealisasi menjadi proyek konkret yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Dengan sejumlah rencana strategis yang sudah mulai dibahas, pemerintah optimistis kesepakatan ini akan mempercepat arus investasi dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.(*/NAD)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait