Makro 06 Nov 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Rumah Tipe Kecil Jadi Andalan, Harga Properti Primer Tumbuh Lambat

IHPR pada triwulan III-2025 tercatat tumbuh 0,84 persen year on year (yoy)

BI melalui Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mengungkapkan bahwa harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2025

Ilustrasi Perumahan. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Perumahan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) melalui Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mengungkapkan bahwa harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan yang terbatas. Fenomena ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang sedikit menurun dibanding triwulan sebelumnya.

“IHPR pada triwulan III-2025 tercatat tumbuh 0,84 persen year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan II-2025 yang mencapai 0,90 persen (yoy),” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 6 November 2025.

Survei ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang melambat dipengaruhi oleh kenaikan harga rumah tipe kecil dan menengah yang relatif stagnan. Rumah kecil hanya naik 0,71 persen (yoy), sementara rumah menengah tumbuh 1,18 persen (yoy), turun dari triwulan II-2025 yang masing-masing sebesar 1,04 persen dan 1,25 persen (yoy).

Di sisi lain, rumah tipe besar mencatat pertumbuhan 0,72 persen (yoy) pada triwulan III-2025, relatif stabil dibanding pertumbuhan sebelumnya yang 0,70 persen (yoy).

Kondisi harga yang cenderung stagnan turut memengaruhi dinamika penjualan. Unit properti residensial tipe menengah dan besar masih menghadapi tekanan, sedangkan rumah tipe kecil tetap mencatatkan tren positif.

Penjualan rumah tipe besar dan menengah masing-masing terkontraksi 23 persen (yoy) dan 12,27 persen (yoy). Sebaliknya, penjualan rumah tipe kecil meningkat signifikan 14,95 persen (yoy), naik dari 6,70 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer terkontraksi 1,29 persen (yoy), meski menunjukkan perbaikan dibanding triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 3,80 persen (yoy).

Dari perspektif pembiayaan, survei menegaskan bahwa dana internal pengembang masih menjadi sumber dominan, dengan pangsa mencapai 77,67 persen. Pinjaman perbankan menyumbang 16,02 persen, sementara pembayaran langsung dari konsumen mencapai 6,31 persen.

Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menyumbang 74,41 persen dari total pembiayaan. Sementara pembelian melalui skema tunai bertahap dan tunai masing-masing berkontribusi 17 persen dan 8,59 persen, menunjukkan preferensi konsumen yang bervariasi namun tetap mengutamakan fleksibilitas finansial.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait