Makro 22 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Rupiah Loyo Imbas Tensi Militer AS-Iran Memanas, Simak Proyeksi Pergerakan Besok

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespon peringatan keras daru Presiden AS, Donald Trump yang mengancam mengambil aksi militer tambahan

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.843 imbas memanasnya ketegangan militer AS dan Iran. Simak prediksi kurs rupiah untuk besok di sini!

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah sebesar 39 poin ke level Rp17.843 pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Pelemahan ini tidak lepas dari sentimen memanasnya kembali konflik antara AS dan Iran.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespon peringatan keras daru Presiden AS, Donald Trump yang mengancam mengambil aksi militer tambahan jika Iran tidak segera mengendalikan kelompok Hizbullah di Libanon.

"Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Namun, ketegangan sedikit mereda setelah pembicaraan diplomatik putaran pertama di Swiss tersebut diselesaikan dengan hasil yang cukup positif. Ibrahim mengatakan, Teheran menyatakan telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia.

"Ini meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global dan menekan harga minyak mentah," kata dia.

Ibrahim menambahkan, mediator dari Qatar dan Pakistan mengonfirmasi adanya kemajuan yang baik dalam pembicaraan tersebut.

"Para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas. Diskusi teknis dijadwalkan akan berlanjut sepanjang minggu," ungkap dia.

Lebih jauh Ibrahim menyampaikan, perhatian pasar akan beralih ke laporan data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal I 2026

"Dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter," tuturnya.

Adapun untuk perdagangan perdagangan besok, Selasa, 23 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.840-Rp17.890. (*)  

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait