Makro 06 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Rupiah Loyo, Pasar Bereaksi atas Pernyataan Trump ke Iran

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan saat ini investor fokus pada tenggat waktu Presiden AS, Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz

Mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 55 poin ke level Rp17.035 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 6 April 2026

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 55 poin ke level Rp17.035 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 6 April 2026. Pelemahan ini tidak lepas akibat sentimen konflik Timur Tengah.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan saat ini investor fokus pada tenggat waktu Presiden AS, Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.  Diketahui, pada hari Minggu, 5 April 2026, Trump  memperingatkan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz paling lambat hari Selasa.

"Menunjukkan bahwa tenggat waktu pukul 8 malam Waktu Bagian Timur telah ditetapkan untuk lalu lintas kapal tanker agar dapat kembali beroperasi melalui jalur air strategis tersebut," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Sementara itu, juru bicara Presiden Iran Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei mengatakan transit melalui selat tersebut hanya dapat dilanjutkan jika sebagian pendapatan dialokasikan untuk mengkompensasi Iran atas kerusakan terkait perang.

"Ancaman tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di Teluk, di mana pengiriman barang tetap sangat terbatas selama beberapa minggu," ungkap Ibrahim.

Meningkatnya kembali harga minyak mentah, kata Ibrahim, juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir.

Sebeleumnya diberitakan, harga minyak naik pada Minggu, dengan minyak mentah AS menembus USD114 per barel, setelah Trump memberi tenggat kepada Iran hingga Selasa, 7 April 2026 untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya.

Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz melalui serangan terhadap kapal tanker minyak. Jalur laut tersebut menghubungkan Teluk Persia ke pasar global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sebelumnya melewati selat itu sebelum perang terjadi.

Penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Harga minyak mentah, bahan bakar jet, diesel, dan bensin melonjak sejak perang dimulai.

Adapun untuk perdagangan besok, Selasa, 5 April 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.030- Rp17.080. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait