Makro 11 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Rupiah Melemah Lagi Dekati Rp18 Ribu, Timur Tengah Masih Jadi Sentimen

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan tersebut didasari oleh sentimen geopolitik di Timur Tengah

Rupiah melemah ke Rp17.988 per dolar AS. Ketegangan Timur Tengah, harga minyak tinggi, dan prospek suku bunga The Fed menekan mata uang Garuda

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah sebesar 60 poin ke level Rp17.988 pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan tersebut didasari oleh sentimen geopolitik di Timur Tengah, yakni Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi yang masih berkecamuk itu membuat harga minyak mentah dunia melonjak.

"Blokade Iran selama berbulan-bulan terhadap selat tersebut, yang biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas global, telah membuat harga minyak tetap tinggi," ujar dia dalam keterangannya.

Ibrahim mengatakan, pasukan Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangan tambahan terhadap beberapa target di Iran. Menurutnya, serangkaian serangan yang semakin meningkat dan mengancam ini akan menyulut kembali perang skala penuh.

Selain itu, sentimen juga datang dari harga konsumen AS yang naik 4,2 persen pada bulan Mei 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, laju tercepat dalam tiga tahun. Sebagian besar didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.

"Laporan inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama dan bahkan dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter akhir tahun ini jika tekanan harga terus berlanjut," ungkapnya.

Menurut Ibrahim, kontrak berjangka suku bunga sekarang menunjukkan peningkatan kemungkinan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun, sebuah perubahan tajam dari ekspektasi awal tahun ini.

"Investor sekarang menunggu data harga produsen AS yang akan dirilis Kamis nanti untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek inflasi dan jalur kebijakan Fed," pungkasnya.

Sementara itu untuk perdagangan besok, Jumat, 12 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.980- Rp18.030. (*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait